Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat Ford akan memperluas kerja sama dengan produsen otomotif China untuk memperkuat pasar mancanegara, sembari tetap mewaspadai masuknya merek-merek China ke pasar domestik.
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, yang disiarkan laman Carscoops, Sabtu, CEO Ford Motor Jim Farley menilai produsen mobil China kini memimpin industri dalam sejumlah aspek penting.
“Mereka memimpin dunia dalam banyak hal jika melihat teknologi, biaya, dan kecepatan yang mereka lakukan,” ujar Farley.
Baca juga: Ford kembangkan navigasi khusus untuk berkendara off-road
Pernyataan itu menegaskan pandangan Farley dalam beberapa tahun terakhir yang menilai kebangkitan industri otomotif China sebagai perkembangan yang mengesankan sekaligus ancaman serius bagi produsen Barat.
Menurut dia, pabrikan China seperti BYD, Geely, Xiaomi, dan SAIC tidak hanya mampu menjual mobil dengan harga lebih murah, tapi, juga mampu mengembangkan produk lebih cepat. Farley menilai perusahaan-perusahaan tersebut unggul dalam perangkat lunak kendaraan, teknologi baterai, serta efisiensi produksi yang sulit disaingi banyak produsen otomotif lainnya.
Di sisi lain, Farley juga memperingatkan bahwa industri otomotif Amerika Serikat akan terpengaruh, baik dari sisi manufaktur maupun lapangan kerja, apabila mobil buatan China masuk secara luas ke pasar AS.
“Cara ini tidak akan menjadi pertarungan yang seimbang,” kata Farley, dalam wawancara terpisah dengan Fox News.
Oleh karena itu, Ford disebut ingin memanfaatkan keunggulan teknologi dan efisiensi produsen China melalui kemitraan di pasar luar negeri, sambil mempersiapkan strategi menghadapi persaingan di dalam negeri.
Ford saat ini telah memiliki jaringan operasional besar di China dan menjalin sejumlah kemitraan dengan perusahaan lokal. Kerja sama tersebut dinilai dapat membantu perusahaan mempertahankan daya saing di wilayah seperti Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara, hingga Meksiko.
Farley menyebut langkah yang paling penting saat ini adalah menyiapkan rencana sebelum mengambil keputusan besar terkait produksi lokal maupun impor dari China.
Baca juga: Ford tarik kembali 134 unit Ranger dan Mustang 2024-2025 di Australia
Baca juga: Penjualan mobil merek China di Indonesia naik 79 persen pada Q1 2026
Baca juga: Masa transisi ICE ke EV buat diler mobil Jepang alihkan logo
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
- Tags
- Ford
- Pasar otomotif
- Jim Farley
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·