SC Freiburg berhasil memastikan tiket ke babak final Liga Europa untuk pertama kalinya setelah menaklukkan Sporting Braga dengan skor 3-1 pada laga leg kedua semifinal, Kamis, 7 Mei 2026. Hasil di markas sendiri ini membuat Freiburg unggul agregat 4-3 dan akan menghadapi Aston Villa di partai puncak yang digelar di Istanbul.
Kemenangan klub asal Jerman tersebut dipastikan melalui dua gol Lukas Kuebler pada menit ke-19 dan 72, serta satu gol indah dari Johan Manzambi di menit ke-41. Keuntungan besar didapatkan tuan rumah sejak menit keenam setelah pemain Braga, Mario Dorgeles, menerima kartu merah langsung akibat melakukan pelanggaran profesional terhadap Jan-Niklas Beste.
Meski bermain dengan sepuluh orang, Braga sempat memberikan perlawanan dan memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Pau Victor pada menit ke-79. Namun, performa gemilang kiper Noah Atubolu dalam menjaga gawang Freiburg memastikan skor tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Lukas Kuebler yang menjadi bintang kemenangan menyebut pencapaian ini sebagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan bagi klub dan para pendukungnya.
"The atmosphere was unbelievable throughout -- the fans carried us." kata Kuebler, Penyerang Freiburg.
Pemain bertahan Freiburg, Matthias Ginter, menekankan betapa pentingnya laga semifinal ini dalam sejarah perjalanan klub. Ia pun mengajak rekan-rekannya untuk tampil maksimal di pertandingan final mendatang guna mengukir sejarah baru.
"And now we've got the biggest match in the club's history -- and we're going to give it a real go." tegas Ginter, Bek Freiburg.
Setelah pertandingan berakhir, Ginter mengungkapkan rasa syukurnya meski harus merayakan kemenangan dalam kondisi suara yang hampir habis karena terus berteriak memberikan instruksi dan semangat di lapangan.
"I've completely lost my voice from all the shouting," ujar Ginter kepada RTL.
Ia menambahkan bahwa seluruh elemen tim harus mengambil langkah terakhir untuk memenangkan gelar juara Liga Europa tersebut.
"We just have to take that final step. We now have the most important match in the club's history. For Freiburg, this is a once-in-a-lifetime opportunity." lanjut Ginter.
Gelandang veteran Vincenzo Grifo juga tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas keberhasilan tim mencapai babak final setelah perjuangan keras selama beberapa tahun terakhir.
"It's simply outstanding. This team, this club, this city deserves to be in the final. What we've achieved over the last few years... If we're allowed to, there'll certainly be a celebration. We won't get much sleep tonight, but you can still perform on Sunday even with little sleep." terang Grifo.
Di sisi lain, kekalahan ini menghancurkan ambisi Braga untuk kembali ke final Liga Europa setelah terakhir kali mencapainya pada tahun 2011. Usai merayakan kesuksesan di kompetisi Eropa, SC Freiburg dijadwalkan kembali berlaga di Bundesliga melawan Hamburger SV pada hari Minggu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·