Gegara Senggolan, Prajurit TNI Tembak Tentara Hingga Meninggal Dunia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PROKALTENG.CO-Peristiwa di Panhead Cafe, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Sabtu dini hari (16/5) menyebabkan seorang prajurit TNI AD berinisial Pratu FAA meninggal dunia. Personel Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Pelembang itu tewas dengan luka tembak bersarang pada bagian perut sebelah kanan.

Berdasar informasi yang diterima oleh awak media, pelaku penembakan juga seorang tentara. Korban dan pelaku yang berada dalam satu tempat terlibat selisih paham setelah bersenggolan saat berjoget. Kejadian itu langsung memantik keributan hingga perkelahian. Pelaku yang sempat dikeroyok oleh korban dan rekan-rekan korban lantas mengeluarkan senjata api dan meletuskan tembakan.

Akibatnya korban tertembak pada bagian perut sebelah kanan. Dari rekaman CCTV di lokasi kejadian, korban langsung tergeletak setelah terkena tembakan. Meski sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, nyawanya tidak tertolong. Sekitar pukul 03.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia.

Peristiwa tersebut langsung mendapat atensi dari TNI AD. Lewat Kodam II/Sriwijaya, Angkatan Darat menyatakan bakal mengusut tuntas peristiwa tersebut. Penanganan kasusnya dipastikan akan berjalan serius, profesional, dan transparan. Kapendam II/Sriwijaya Letkol Infanteri Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya sebagai pimpinan TNI AD di Sumsel sudah memberi perhatian penuh.

”Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya untuk segera menangani (kasus) di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” kata dia kepada awak media.

Letkol Yordania memastikan, saat ini Denpom 2/IV Palembang tengah melakukan serangkaian proses penyelidikan. Mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti, sampai koordinasi dengan pihak kepolisian dari Polda Sumsel untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.

”Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Sebagai langkah lanjutan, Pangdam II/Sriwijaya sudah menginstruksikan seluruh komandan satuan TNI AD di Sumsel untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian internal di satuan masing-masing. Dia tidak ingin peristiwa yang sama terulang lagi.

Atas meninggalnya Pratu FAA, seluruh jajaran Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita mendalam. Mereka meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan yang dilaksanakan secara resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif. (jpg)

PROKALTENG.CO-Peristiwa di Panhead Cafe, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Sabtu dini hari (16/5) menyebabkan seorang prajurit TNI AD berinisial Pratu FAA meninggal dunia. Personel Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Pelembang itu tewas dengan luka tembak bersarang pada bagian perut sebelah kanan.

Berdasar informasi yang diterima oleh awak media, pelaku penembakan juga seorang tentara. Korban dan pelaku yang berada dalam satu tempat terlibat selisih paham setelah bersenggolan saat berjoget. Kejadian itu langsung memantik keributan hingga perkelahian. Pelaku yang sempat dikeroyok oleh korban dan rekan-rekan korban lantas mengeluarkan senjata api dan meletuskan tembakan.

Akibatnya korban tertembak pada bagian perut sebelah kanan. Dari rekaman CCTV di lokasi kejadian, korban langsung tergeletak setelah terkena tembakan. Meski sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, nyawanya tidak tertolong. Sekitar pukul 03.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia.

Electronic money exchangers listing

Peristiwa tersebut langsung mendapat atensi dari TNI AD. Lewat Kodam II/Sriwijaya, Angkatan Darat menyatakan bakal mengusut tuntas peristiwa tersebut. Penanganan kasusnya dipastikan akan berjalan serius, profesional, dan transparan. Kapendam II/Sriwijaya Letkol Infanteri Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya sebagai pimpinan TNI AD di Sumsel sudah memberi perhatian penuh.

”Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya untuk segera menangani (kasus) di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” kata dia kepada awak media.

Letkol Yordania memastikan, saat ini Denpom 2/IV Palembang tengah melakukan serangkaian proses penyelidikan. Mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti, sampai koordinasi dengan pihak kepolisian dari Polda Sumsel untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.

”Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pangdam II/Sriwijaya sudah menginstruksikan seluruh komandan satuan TNI AD di Sumsel untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian internal di satuan masing-masing. Dia tidak ingin peristiwa yang sama terulang lagi.

Atas meninggalnya Pratu FAA, seluruh jajaran Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita mendalam. Mereka meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan yang dilaksanakan secara resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif. (jpg)