GEMPAR! Mantan Polisi Terjerat Kasus Penembakan Sopir Ekspedisi Tewas di Sel Isolasi Lapas Palangka Raya

Sedang Trending 3 jam yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Kabar menggemparkan dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Anton Kurniawan Stiyanto, mantan anggota Polresta Palangka Raya yang juga narapidana kasus pembunuhan yang divonis penjara seumur hidup, dilaporkan meninggal dunia di ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Minggu dini hari (31/5/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Anton ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 02.00 WIB di ruang isolasi yang berada di blok khusus lapas.

Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan aparat terkait.

Peristiwa ini sontak menarik perhatian publik mengingat status Anton sebagai mantan anggota kepolisian yang terlibat dalam kasus penembakan yang sempat menyita perhatian masyarakat.

Kematian Anton juga memunculkan berbagai pertanyaan karena terjadi setelah serangkaian peristiwa yang sebelumnya melibatkan dirinya selama menjalani masa pidana di Lapas Palangka Raya.

Beberapa waktu lalu, Anton sempat menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam rencana pelarian dari dalam lapas.

Dalam peristiwa tersebut, beredar informasi bahwa yang bersangkutan diduga sempat menguasai senjata api yang diduga masuk ke dalam lapas melalui penyelundupan. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Electronic money exchangers listing

Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Kelas IIA Palangka Raya maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian Anton Kurniawan.

Sementara itu, jenazah Anton telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani proses autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya secara pasti.

Berdasarkan Pantauan awak media dilapangan saat ini, hingga Minggu siang sekitar pukul 11.40 WIB, tim forensik masih melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.

Proses autopsi dilakukan oleh dokter forensik guna mengungkap penyebab kematian secara ilmiah dan memastikan ada atau tidaknya unsur lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Pihak berwenang meminta masyarakat menunggu hasil resmi penyelidikan dan autopsi sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian terpidana tersebut.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat terkait, sementara hasil autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan atas peristiwa yang terjadi di dalam ruang isolasi Lapas Palangka Raya tersebut. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Kabar menggemparkan dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Anton Kurniawan Stiyanto, mantan anggota Polresta Palangka Raya yang juga narapidana kasus pembunuhan yang divonis penjara seumur hidup, dilaporkan meninggal dunia di ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Minggu dini hari (31/5/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Anton ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 02.00 WIB di ruang isolasi yang berada di blok khusus lapas.

Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan aparat terkait.

Electronic money exchangers listing

Peristiwa ini sontak menarik perhatian publik mengingat status Anton sebagai mantan anggota kepolisian yang terlibat dalam kasus penembakan yang sempat menyita perhatian masyarakat.

Kematian Anton juga memunculkan berbagai pertanyaan karena terjadi setelah serangkaian peristiwa yang sebelumnya melibatkan dirinya selama menjalani masa pidana di Lapas Palangka Raya.

Beberapa waktu lalu, Anton sempat menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam rencana pelarian dari dalam lapas.

Dalam peristiwa tersebut, beredar informasi bahwa yang bersangkutan diduga sempat menguasai senjata api yang diduga masuk ke dalam lapas melalui penyelundupan. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Kelas IIA Palangka Raya maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian Anton Kurniawan.

Sementara itu, jenazah Anton telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani proses autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya secara pasti.

Berdasarkan Pantauan awak media dilapangan saat ini, hingga Minggu siang sekitar pukul 11.40 WIB, tim forensik masih melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.

Proses autopsi dilakukan oleh dokter forensik guna mengungkap penyebab kematian secara ilmiah dan memastikan ada atau tidaknya unsur lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Pihak berwenang meminta masyarakat menunggu hasil resmi penyelidikan dan autopsi sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian terpidana tersebut.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat terkait, sementara hasil autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan atas peristiwa yang terjadi di dalam ruang isolasi Lapas Palangka Raya tersebut. (her)