Getafe Lolos ke Liga Europa meski Punya Statistik Tim Papan Bawah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Getafe menjadi salah satu kejutan terbesar di La Liga musim 2025/2026. Tim asuhan Jose Bordalas tersebut berhasil lolos ke kompetisi antarklub Eropa meski memiliki statistik yang identik dengan tim papan bawah, seperti dilansir dari Detik Sport.

Tiket menuju Liga Europa dipastikan oleh Getafe setelah mereka tampil konsisten di paruh akhir musim. Keberhasilan ini terhitung luar biasa mengingat beberapa bulan sebelumnya tim tersebut sempat dibayangi oleh ancaman degradasi.

Klub yang bermarkas di Stadion Coliseum ini akhirnya kembali merasakan atmosfer kompetisi antarklub di benua biru. Momen tersebut menjadi pencapaian pertama mereka setelah kali terakhir tampil di kompetisi Eropa tujuh tahun silam.

Pendekatan taktik Jose Bordalas bersama Getafe selama ini sering mendapatkan kritik karena dianggap terlalu keras dan agresif. Gaya bermain mereka dinilai mengingatkan pada sepak bola era lama.

Strategi tersebut lebih mengutamakan duel fisik, pertahanan rapat, serta intensitas tinggi ketimbang menyajikan permainan yang atraktif. Namun, pendekatan itu justru sangat cocok dengan karakter skuad Getafe saat ini.

Jose Bordalas sukses mengubah timnya menjadi salah satu kontestan yang paling merepotkan bagi kubu lawan di La Liga. Keunggulan fisik dan kedisiplinan menjadi kunci utama mereka untuk meredam strategi tim lain.

Minim Penguasaan Bola dan Produktivitas Rendah

Catatan statistik Getafe sepanjang musim menjadi hal yang paling mengejutkan. Berdasarkan data Marca, Getafe hanya mencatat rata-rata 40,1 persen penguasaan bola sepanjang musim ini.

Angka tersebut membuat Getafe menjadi tim dengan catatan penguasaan bola terendah di Liga Spanyol. Meski jarang menguasai bola, mereka tetap mampu menumbangkan tim-tim yang secara permainan tampil lebih dominan.

Produktivitas gol klub asal Coliseum ini juga tercatat sangat rendah. Getafe hanya mampu menyarangkan 32 gol dalam 38 pertandingan sepanjang musim bergulir.

Jumlah tersebut menempatkan mereka sebagai tim dengan produktivitas gol terburuk kedua di La Liga. Secara statistik, angka-angka mini seperti ini biasanya dialami oleh tim papan bawah atau kandidat degradasi.

Membangun Tim Petarung dengan Pelanggaran Terbanyak

Kekuatan utama Getafe bertumpu pada lini pertahanan yang rapat dan intensitas permainan yang tinggi. Jose Bordalas menuntut seluruh anak asuhnya untuk bertarung habis-habisan di setiap pertandingan.

Data dari La Liga menunjukkan bahwa Getafe menjadi tim dengan rata-rata pelanggaran terbanyak musim ini. Mereka mencatatkan rata-rata hingga 15,2 pelanggaran per pertandingan.

Selain jumlah pelanggaran yang tinggi, para pemain Getafe juga menerima total 106 kartu kuning. Catatan kartu kuning tersebut menjadi yang terbanyak kedua di kompetisi domestik.

Meski skuadnya sering dicap bermain kasar, Jose Bordalas menilai pendekatan tersebut merupakan bagian dari kecerdikan membaca permainan. Pelatih tersebut menganggapnya sebagai bentuk komitmen penuh para pemain di atas lapangan.

Keberhasilan Getafe menembus zona Eropa menjadi salah satu cerita paling unik di kompetisi musim ini. Saat banyak tim mengandalkan dominasi penguasaan bola, mereka membuktikan sepak bola bisa dimenangkan dengan disiplin dan pertahanan kuat.