Gianni Infantino Terancam Kehilangan Dukungan Jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan mulai kehilangan dukungan dari sejumlah negara anggota menjelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 di Rwanda. Penurunan dukungan tersebut terjadi setelah hubungan dekat antara Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kekhawatiran internal di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut pada Kamis (16/4/2026).

Ketidakpuasan negara-negara anggota FIFA bermuara pada kebijakan kontroversial yang sering dikeluarkan oleh Donald Trump, termasuk sikap politiknya terhadap negara seperti Venezuela dan Iran. Dilansir dari Detik Sport, kedekatan personal antara kedua pemimpin tersebut dinilai berdampak buruk pada posisi tawar Infantino di mata para delegasi pemilih.

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko turut menjadi sorotan utama dalam polemik ini. Muncul kekhawatiran mengenai kebijakan imigrasi dan larangan masuk bagi pendukung dari negara-negara tertentu ke Amerika Serikat yang dianggap dapat mengganggu jalannya turnamen internasional tersebut.

Gianni Infantino telah menjabat sebagai pemimpin tertinggi otoritas sepak bola dunia sejak tahun 2016 untuk menggantikan Sepp Blatter. Setelah terpilih kembali secara aklamasi pada tahun 2023, ia awalnya diprediksi akan melenggang dengan mudah untuk masa jabatan berikutnya sebelum isu kedekatan politik ini mencuat ke publik.

Sistem pemilihan Presiden FIFA sendiri menggunakan mekanisme pemungutan suara oleh delegasi dari 211 negara anggota. Pemenang ditentukan berdasarkan perolehan suara terbanyak, dan apabila hanya terdapat calon tunggal, maka pemilihan akan dilakukan melalui proses aklamasi seperti yang terjadi pada periode sebelumnya.

Hingga saat ini, belum ada nama kandidat lain yang muncul secara resmi sebagai pesaing Infantino untuk bursa pemilihan di Rwanda mendatang. Pada periode pemilihan tahun 2023, Infantino menjadi calon tunggal tanpa adanya lawan politik yang mendaftar hingga batas waktu yang ditentukan.