Google luncurkan TPU khusus generasi kedelapan sambut era AI Agentic

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Las Vegas (ANTARA) - Google Cloud secara resmi memperkenalkan generasi kedelapan dari Tensor Processing Units (TPU), yakni TPU 8t dan TPU 8i yang dirancang untuk mempercepat beban kerja kecerdasan buatan (AI) di era Agentic.

SVP and Chief Technologist, AI and Infrastructure, Google Cloud, Amin Vahdat pada acara The Future of AI Infrastructure, Google Cloud Next 26, di Las Vegas, Amerika Serikat, Selasa, mengatakan bahwa tahun ini, dua chip terspesialisasi diluncurkan sekaligus, guna menyambut era AI Agentic.

“Untuk pertama kalinya, dua TPU yang dibuat khusus, 8t dan 8i, benar-benar dirancang dari nol untuk memenuhi kebutuhan saat ini. TPU 8t, untuk training (pelatihan). Ini adalah mesin utamanya. Ini adalah skala terbesar. TPU 8i, benar-benar dibangun untuk inference (inferensi),” kata Vahdat.

Vahdat menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun, TPU telah menyokong model-model dasar terkemuka, termasuk Gemini. Gabungan TPU generasi kedelapan ini akan menghadirkan skala, efisiensi, dan kapabilitas yang mencakup beban kerja pelatihan, penyajian hingga kebutuhan agentic.

Baca juga: Google Cloud perkuat dukungan untuk startup AI di Asia

Google Cloud menilai bahwa di era agen AI Agentic, model harus mampu menalar masalah, mengeksekusi alur kerja multitahap, dan belajar dari tindakan mereka sendiri dalam siklus yang berkelanjutan. Namun, hal tersebut memberikan serangkaian tuntutan baru pada infrastruktur

Oleh sebab itu, tahun 2026 menjadi momentum bagi raksasa teknologi tersebut untuk memperkenalkan dua chip terspesialisasi bertenaga super tinggi sekaligus, yang merupakan buah dari pengembangan selama dua tahun terakhir.

Vahdat menjelaskan bahwa TPU 8t, dioptimalkan untuk pelatihan dan mampu menjalankan model yang paling kompleks sekalipun dalam satu kumpulan memori raksasa yang terpadu.

Sedangkan TPU 8i dirancang khusus untuk memungkinkan agen AI menyelesaikan proses ini dengan sangat cepat demi memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan.

Vahdat menekankan bahwa kedua chip ini dirancang khusus dari nol untuk upaya pelatihan dan inferensi, bukan sekadar turunan satu sama lain. Spesifikasi, kemampuan, konektivitas, semuanya dirancang berbeda karena dispesialisasi untuk kebutuhan individu.

“Jika Anda butuh kekuatan utama untuk pelatihan, Anda punya 8t. Jika Anda butuh inferensi yang secepat kilat, Anda punya 8i,” jelas Vahdat.

Melalui ketersediaan komersial chip teranyarnya di akhir tahun, Google Cloud berupaya mendefinisikan ulang batas-batas kemampuan AI bagi para pengembang dan perusahaan global.

Pemanfaatan teknologi ini, salah satunya dalam layanan Gemini Enterprise, diharapkan mampu mengakselerasi penemuan ilmiah hingga transformasi sektor kesehatan di skala internasional.

Baca juga: Google Cloud: Membuat AI mudah bagi semua orang jadi tujuan penting

Baca juga: Adopsi AI: Troli pintar dan wajah baru industri ritel

Baca juga: Google Cloud: ROI yang menjanjikan jadi alasan utama adopsi AI

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.