Alphabet merombak sistem operasi Android dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan Gemini secara mendalam untuk otomatisasi aplikasi harian pengguna, seperti dilansir dari Detik iNET pada Sabtu (16/5/2026).
Langkah strategis ini diambil Google menjelang konferensi Google I/O untuk bersaing dengan OpenAI serta Anthropic, sekaligus mendahului pembaruan Apple Intelligence milik Apple.
Sistem baru ini dirancang agar Gemini mampu berpindah antar-aplikasi, memahami tampilan layar, dan bertindak sebagai agen kecerdasan buatan yang menyelesaikan tugas lintas layanan tanpa interogasi konvensional.
Pengawas ekosistem Android Google, Sameer Samat menyatakan bahwa pembangunan ulang elemen Android berbasis Gemini Intelligence ditujukan demi mempermudah aktivitas harian masyarakat.
"Kami sedang bertransisi dari sebuah sistem operasi jadi sebuah sistem kecerdasan," ujarnya.
Teknologi ini dicontohkan dapat menarik data dari Gmail, menyusun menu pesta, hingga memasukkan daftar belanja ke aplikasi pihak ketiga seperti Instacart.
Merespons kekhawatiran terkait potensi perangkat lunak yang mengambil tindakan sepihak tanpa izin, Samat memberikan klarifikasi mengenai protokol keamanan sistem.
"Kami sedang bertransisi dari sebuah sistem operasi jadi sebuah sistem kecerdasan," ujarnya.
Samat menegaskan Gemini akan selalu meminta konfirmasi pengguna sebelum menyelesaikan transaksi ekonomi untuk memastikan kendali tetap berada di tangan manusia.
Fitur otomatisasi berbasis kecerdasan buatan ini akan diterapkan bertahap pada ponsel Samsung Galaxy dan Google Pixel terbaru, sebelum diperluas ke jam tangan, kacamata pintar, laptop, serta sistem Android Auto di 250 juta mobil pada akhir tahun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·