Google resmi meluncurkan perubahan terbesar pada mesin pencari Search dengan mengubah kotak pencarian tradisional menjadi platform interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI). Langkah agresif ini diambil untuk menghadapi persaingan teknologi AI generatif global yang semakin ketat.
Perubahan besar ini dilansir dari Detik iNET yang mengutip blog resmi Google. Platform baru tersebut kini ditenagai oleh model AI Gemini 3.5 Flash secara global untuk menghasilkan respons pencarian yang instan, akurat, dan lebih murah.
Vice President of Search Google, Elizabeth Reid, menjelaskan bahwa misi utama dari perombakan mesin pencari ini tetap sejalan dengan visi awal perusahaan sejak pertama kali didirikan.
"Tujuan Search selalu sederhana: membantu Anda bertanya apa saja yang ada di pikiran - dari fakta cepat hingga pertanyaan mendalam, kompleks, atau sangat spesifik yang sulit diungkapkan," ujar Elizabeth Reid.
Penerapan kecerdasan buatan ini memicu lonjakan penggunaan yang sangat signifikan di tingkat global. Dalam satu tahun sejak AI Mode diperkenalkan, jumlah pengguna aktif bulanannya telah menembus angka satu miliar orang dengan volume kueri kuartalan yang terus berlipat ganda.
"Pada kuartal terakhir, kami melihat total query Search mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Google," kata Elizabeth Reid.
Pembaruan ini mengubah total kotak pencarian ikonik yang telah bertahan selama 25 tahun menjadi lebih besar dan dinamis. Pengguna kini dapat mengetik pertanyaan panjang serta memasukkan format multimedia seperti gambar, video, file, hingga tab Chrome.
"Orang kini bertanya dengan cara yang lebih natural. Mereka tidak lagi sekadar mengetik keyword pendek," jelas Elizabeth Reid.
Hasil pencarian web konvensional akan tetap dipertahankan dan ditampilkan secara berdampingan dengan jawaban teks dari AI. Integrasi ini sengaja dirancang demi menjaga ekosistem internet agar tidak bergeser menjadi model percakapan tertutup.
"Kami ingin menggabungkan kekuatan web terbuka dengan kemampuan reasoning AI terbaik," ujarnya.
Google juga menghadirkan fitur baru berupa Search agents dan Agentic Booking yang mampu bekerja otomatis secara terus-menerus di latar belakang. Agen pintar ini dapat melacak apartemen, tiket konser, hingga melakukan pemesanan layanan lokal secara mandiri.
"Search kini bukan hanya menjawab pertanyaan, tapi juga mulai membantu menyelesaikan tugas," ujar Elizabeth Reid.
Selain itu, fitur generative UI diperkenalkan untuk memvisualisasikan data secara real-time menjadi grafik atau aplikasi mini. Layanan Personal Intelligence juga diperluas ke hampir 200 negara dan 98 bahasa dengan mengintegrasikan data dari Gmail, Google Photos, dan Google Calendar.
"AI tidak hanya memberi jawaban teks. Kami ingin Search bisa membantu memvisualisasikan dan mengorganisasi informasi secara lebih berguna," kata Elizabeth Reid.
Pihak manajemen memastikan bahwa seluruh integrasi data pribadi tersebut tetap berjalan di bawah kendali privasi pengguna yang ketat. Inovasi ini sekaligus menandai transformasi menyeluruh terhadap cara masyarakat modern dalam mengakses informasi di dunia maya.
"Semua dilakukan dengan prinsip transparansi, pilihan, dan kontrol penuh di tangan pengguna," tegas Elizabeth Reid.
Teknologi antarmuka generatif baru ini dijadwalkan meluncur secara gratis untuk seluruh pengguna global mulai musim panas tahun ini.
"Ini adalah babak baru Google Search: AI cerdas yang menjadikan informasi dunia bekerja untuk Anda," pungkasnya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·