Grace Natalie soal JK vs Termul: Kemenangan Ditentukan Dukungan Rakyat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PSI, Grace Natalie (kanan), saat berkunjung ke Kantor Persatuan Gereja Indonesia (PGI), di Jakarta, Selasa (3/10/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie merespons kemarahan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) terhadap kelompok relawan pendukung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Termul.

Grace menilai, dalam kontestasi politik terdapat banyak elemen yang saling memengaruhi.

"Siapa pun yang pernah ikut kontestasi pemilihan pasti tahu bahwa banyak elemen yang saling mempengaruhi," kata Grace kepada wartawan, Minggu (19/4).

Presiden Joko WIdodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Dukungan Rakyat Jadi Penentu

Ia menjelaskan, elemen dalam kontestasi politik meliputi elektabilitas calon, tim sukses, hingga dukungan partai politik. Namun, faktor paling menentukan tetap dukungan masyarakat.

"Ada elektabilitas calon/pasangan calon, tim sukses, dukungan parpol, dan yang paling utama tentunya dukungan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, tanpa dukungan masyarakat, kandidat sulit memenangkan pemilihan.

"Mau siapa pun yang mengusung jikalau tidak didukung masyarakat, sulit sekali untuk bisa terpilih," jelasnya.

Meski begitu Grace menilai JK sebagai tokoh yang berpengalaman dalam kontestasi politik sehingga memahami dinamika tersebut.

"Pak JK sudah beberapa kali ikut kontestasi pasti paham hal-hal ini. Terima kasih untuk dukungan Pak JK," tandas dia.

video from internal kumparan

Sebelumnya, Jusuf Kalla meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang dianggap mendiskreditkan hubungannya dengan Jokowi.

Di tengah polemik ijazah, JK menegaskan perannya dalam perjalanan politik Jokowi.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden," tegas JK saat media briefing di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

kumparan post embed