Mantan gelandang Arsenal Granit Xhaka memberikan dukungan penuh kepada bekas klubnya untuk memenangkan gelar juara Liga Inggris karena menilai skuat asuhan Mikel Arteta layak mengakhiri penantian selama 22 tahun pada Sabtu (9/5/2026).
Xhaka yang kini menjabat sebagai kapten Sunderland merasa memiliki ikatan kuat dengan The Gunners setelah menghabiskan tujuh tahun di London Utara dan bangkit dari periode sulit di bawah arahan Arteta. Hubungan personal yang erat dengan sang manajer menjadi alasan utama pemain berusia 33 tahun tersebut tetap mengikuti perkembangan Arsenal meski sudah pindah klub.
"Mikel is a very special person for me," ujar Xhaka, gelandang Sunderland.
Gelandang internasional Swiss tersebut mengungkapkan bahwa kepemimpinan Arteta telah mengubah cara pandangnya dalam melihat permainan sepak bola secara teknis maupun taktis. Xhaka menegaskan bahwa persiapan matang yang diberikan staf pelatih membuat para pemain memiliki kesadaran posisi yang luar biasa di atas lapangan.
"Without him I don’t think I will be here, where we are sitting today. I started to learn football in different way because of him," kata Xhaka, Kapten Sunderland.
Penilaian Xhaka didasari pada performa konsisten yang ditunjukkan Arsenal sepanjang musim kompetisi berlangsung. Menurutnya, skuat London Utara tersebut telah membuktikan kualitas mereka sebagai calon kuat juara di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
"He prepares you so good that when you go on the pitch, you can really close your eyes and you know where the opponent is and you know where your team-mate is. I’m cheering for sure for Arsenal, but as well for the guys who deserved all season. I think we can be very open: Arsenal deserve to win the title," tutur Xhaka, mantan pemain Arsenal.
Pernyataan ini memiliki makna mendalam mengingat karier Xhaka di Emirates Stadium hampir berakhir pada 2019 setelah terlibat insiden dengan suporter saat digantikan oleh Unai Emery. Namun, kedatangan Arteta menggantikan Emery pada akhir tahun tersebut berhasil mempertahankan sang pemain dan menjadikannya pilar penting sebelum pindah ke Bayer Leverkusen.
"The darkness [after the substitution by Emery] was only when I was alone, but it was a nice darkness because I learnt a lot from it," jelas Xhaka, peraih Player of the Season Sunderland.
Terkait masa depannya setelah pensiun, Xhaka mengaku telah berdiskusi dengan Xabi Alonso dan Mikel Arteta mengenai rencana menjadi pelatih. Kedua pelatih papan atas tersebut memberikan saran serupa kepada pemain yang masih memiliki kontrak di Sunderland hingga 2028 tersebut.
"I spoke with Xabi [Alonso] – ‘When was the point you had the feeling you want to be from a player to coach?’ I would ask him. ‘Play as long as possible,’ he would say. Mikel [Arteta] said the same," pungkas Xhaka, adik dari Taulant Xhaka.
Di sisi lain, laporan Daily Cannon menyebutkan Arsenal baru saja memastikan tempat di Liga Champions musim depan setelah meraih kemenangan telak 3-0 atas Aston Villa di Villa Park. Sementara itu, pemain Sunderland lainnya, Taulant Xhaka, telah memutuskan pensiun pada musim panas lalu di usia 34 tahun.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·