Gubernur Georgia Tetapkan Status Darurat Akibat Kebakaran Hutan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Gubernur Brian Kemp menetapkan status darurat bagi 91 wilayah di Georgia pada Rabu (22/4/2026) menyusul kebakaran hutan hebat yang dipicu kekeringan ekstrem. Langkah ini diambil guna memobilisasi sumber daya tambahan setelah api melahap kawasan selatan dan menyebarkan kabut asap ke berbagai wilayah, termasuk Augusta.

Deklarasi darurat ini memberikan wewenang kepada Departemen Pertahanan Georgia untuk mengerahkan pasukan Garda Nasional Georgia serta aset udara guna membantu upaya pemulihan. Perintah eksekutif tersebut dijadwalkan berlaku selama 30 hari ke depan, kecuali ada keputusan untuk memperpanjang masa berlakunya.

Selain status darurat, rimbawan negara bagian Georgia juga telah memberlakukan larangan pembakaran di luar ruangan untuk 91 wilayah di bagian bawah negara bagian sejak Rabu pagi. Gubernur Kemp menegaskan bahwa pembatasan ini sangat krusial untuk mencegah meluasnya titik api di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.

"Starting today, much of South and Central Georgia are under a burn ban as we continue to respond to wildfires and deal with ongoing drought conditions," kata Brian Kemp, Gubernur Georgia.

Pemerintah negara bagian juga menginstruksikan Komisi Kehutanan Georgia untuk mengerahkan seluruh personel guna menangani titik api aktif di wilayah selatan. Kemp meminta masyarakat untuk bekerja sama dengan tim respons yang bekerja sepanjang waktu di lapangan.

"We’re asking all Georgians to do your part in preventing the spread of wildfires as response teams work around the clock to contain those currently blazing," ujar Brian Kemp, Gubernur Georgia.

Kondisi di lapangan semakin diperburuk oleh kelembapan rendah dan angin kencang yang memicu kebakaran besar di antara wilayah Jacksonville, Florida, hingga pesisir Georgia. Otoritas di Augusta mencatat bahwa wilayah mereka sebenarnya sudah dijadwalkan masuk dalam periode larangan membakar rutin yang dimulai pada 1 Mei hingga 30 September mendatang.

Berdasarkan data cuaca, risiko kebakaran tinggi diprediksi akan terus berlanjut setiap sore hingga hari Jumat. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tetap kering tanpa adanya tanda-tanda curah hujan dalam waktu dekat.