Kediri (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau proses giling tebu di Pabrik Gula Ngadirejo Kabupaten Kediri, Jawa Timur, guna memastikan proses giling berlangsung lancar, guna memastikan target swasembada gula konsumsi nasional.
Gubernur Jatim mengatakan pemerintah memang menargetkan bisa mencapai swasembada gula konsumsi. Salah satu yang diharapkan adalah produktivitas dan luas lahan tebu termasuk di Jawa Timur.
"Soal kualitas, ini tentu yang diharapkan adalah peningkatan rendemen. Di pabrik sini, di PG Ngadirejo, rendemennya insya Allah musim giling sekarang ini sudah bisa 8,5. Ini artinya sudah ada peningkatan dari rendemen-rendemen tertentu sebelumnya," katanya saat meninjau aktivitas giling di PG Ngadirejo Kabupaten Kediri, Sabtu.
Ia menambahkan, pemerintah giat melakukan program bongkar ratoon sehingga kualitas tebu yang dihasilkan nantinya bisa menjadi lebih baik.
Kegiatan tanam perdana bongkar ratoon tebu itu dilakukan di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, serentak di 11 Kabupaten/ Kota yang mengikuti, dengan lokasi yang berada di 15 titik tanam.
Pemerintah tidak hanya melaksanakan bongkar ratoon dan tanam tebu perdana, namun untuk luas tanam tebu Jatim juga diperluas. Tahun 2026, Jawa Timur mendapatkan target terbesar dengan total 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.
“Program bongkar ratoon ini menjadi bagian penting dalam penguatan sektor gula nasional. Dengan peremajaan tanaman, produktivitas tebu diharapkan meningkat sehingga kesejahteraan petani ikut terdorong. Jawa Timur siap menjadi penggerak utama dalam mendukung swasembada gula nasional,” ujar Khofifah.
Secara nasional, program yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI tahun 2026 menargetkan pengembangan tebu seluas 97.970 hektare. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mendapatkan target terbesar dengan total 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.
Sebagai provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia, kata dia, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Bahkan, pada tahun 2025, produksi gula kristal putih Jatim mencapai 1.343.995 ton dan menjadi yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
“Capaian ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari gotong royong seluruh elemen, mulai dari petani, pabrik gula, pemerintah, hingga lembaga penelitian dan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyebut Kabupaten Kediri merupakan salah satu daerah dengan potensi besar yang memiliki luas lahan tebu sekitar 25 ribu hektare dan didukung tiga pabrik gula.
“Ini merupakan kekuatan strategis yang harus terus kita dorong agar Kediri semakin menjadi pusat pertumbuhan industri gula nasional,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan irigasi, hingga mitigasi perubahan iklim.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menegaskan program swasembada gula nasional bisa dicapai akhir tahun ini. Hal ini karena di dukung dengan produktivitas tebu melimpah, hasil gula meningkat, pabriknya juga banyak melakukan berinovasi.
"Bahkan untuk produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat 1,5 juta ton dari tahun sebelumnya. Kami berharap PG Ngadiredjo menjadi pilar swasembada gula nasional," tegasnya.
Plt General Manager PG Ngadiredjo Kabupaten Kediri Faiz Humami mengatakan bahwa PG Ngadiredjo akan melaksanakan giling selama 200 hari dengan menggiling tebu sebanyak 11 juta kuintal dengan hasil gula sebanyak 80 ribu ton.
"Kami mohon doa restu kepada masyarakat dan pemangku kebijakan semoga proses giling berjalan lancar dan semua karyawan diberi keselamatan," kata dia.
Dalam kunjungannya, Gubernur dan juga jajarannya itu meninjau aktivitas giling di pabrik mulai dari proses giling hingga produksi gula.
Baca juga: PG Ngadirejo Kediri sambut giling 2026 dengan ritual "Cethik geni"
Baca juga: PG Ngadirejo Kediri target produksi gula 80.000 ton dukung swasembada
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·