Ajang Kejuaraan Tinju Amatir dan Profesional (AMPRO) bertajuk Pattimura International Big Fight 2026 telah resmi berakhir.
Seperti dilansir dari Detik Sport, kompetisi ini berhasil mengumpulkan dana melalui aksi lelang lukisan untuk membantu Ellyas Pical.
Dana yang diperoleh dari lelang lukisan tersebut dialokasikan untuk meringankan biaya perawatan kesehatan juara dunia tinju pertama asal Indonesia itu.
Mantan petinju legendaris kelahiran 24 Maret 1957 tersebut diketahui mengidap penyakit jantung sejak setahun yang lalu.
Walaupun belum sembuh total, Ellyas Pical tetap hadir langsung untuk menyaksikan rangkaian pertandingan yang digelar di kawasan Senayan pada Jumat (29/5).
Kehadiran sang legenda merupakan undangan dari Promotor Nikolas Johan Kilikily yang menghormati mantan peraih gelar juara dunia kelas bantam junior Federasi Tinju Internasional (IBF) tersebut.
Ellyas Pical yang tiba menggunakan kursi roda sempat dibantu naik ke atas ring saat penyerahan lukisan yang ditebus oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa seharga Rp50 juta.
"Saya dan Ellyas Pical mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang telah memberi respon luar biasa atas lelang lukisan," kata Rina Sihaaya, istri Ellyas Pical, dalam keterangan tertulis Sabtu (30/5/2026).
"Begitu juga kepada Promotor Nikolas Kilikily serta panitia Pattimura International Big Fight 2026 sebagai inisiatornya. Mudah-mudahan kegiatan kepedulian ini terus dilakukan kepada petinju-petinju lainnya yang telah membawa harum nama bangsa dan negara," ujarnya.
Rina Sihaaya menyatakan bahwa seluruh keluarga sangat mengapresiasi perhatian besar yang ditunjukkan oleh komunitas tinju dalam acara lelang tersebut.
Ia menambahkan bahwa Ellyas Pical merasa sangat gembira dan merasa dihormati melalui penghargaan yang diberikan.
"Sangat merasa dihargai apalagi ketika harus diangkat ke atas ring. Aku tanya sama dia sebelum naik ke atas ring emang mau naik ke atas ring? Mau, mau aku enggak nyangka gitu ya. Dia mau banget gitu," ungkapnya.
Menurut keterangan Rina, jalannya acara tersebut berhasil memberikan suntikan motivasi yang besar bagi kesembuhan suaminya.
"Dia bilang cepat-cepat aku harus sembuh. Aku harus kembali ke atas ring itu. Alhamdulillah, jadi memacu banget memacu semangatnya untuk berada di atas ring lagi."
"Bahkan dia bilang dia mau tinju lagi. Saya bilang enggak bisa karena dia sakit satu tahun yang lalu. Baru ini pertama kali dia pergi lagi ke acara evet tinju. Jadi terbakar banget semangatnya gitu," tuturnya.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menilai bahwa agenda lelang ini menjadi bagian positif yang mengisi ruang di sela-sela kompetisi olahraga tersebut.
"Jadi saya kira dengan kondisi Bung Ellyas Pycal yang demikian lalu mendapat dukungan, saya kira ini sesuatu yang baik ke depan," kata Hendrik.
"Menurut saya bukan cuma petinju, tapi semua atlet yang pernah memiliki prestasi mengharumkan nama bangsa di event internasional mesti mendapat atensi yang pantas dan layak dari pemerintah."
"Semoga bisa menginspirasi berbagai pihak yang lain untuk juga melakukan hal yang sama.Mari kita hargai atlet-atlet kita atau para olahragaan-olahragaan kita yang berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia dan membuat kami bangga sebagai bangsa sekali lagi." tegasnya.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·