Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak umat Katolik dan pihak gereja mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah saat menghadiri HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral, Sabtu (9/5/2026). Langkah ini diambil guna mengatasi krisis lahan penampungan di TPST Bantargebang.
Kondisi tempat pembuangan akhir tersebut dinilai sudah sangat mengkhawatirkan sehingga pola lama pengelolaan sampah harus segera diubah. Dilansir dari Detikcom, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini memprioritaskan pengurangan volume sampah langsung dari sumbernya guna menekan laju timbunan.
"Besok di Kuningan, kami akan mengadakan, memulai acara untuk pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur. Karena kita sudah tidak mungkin lagi mengandalkan dengan cara pola lama untuk menimbun semua sampah di Bantar Gebang," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Penumpukan sampah di Bantargebang tercatat telah melewati angka 55 juta ton. Kapasitas yang sudah tidak memadai tersebut memicu risiko keamanan lingkungan bagi wilayah sekitar karena beberapa kali terjadi insiden teknis di lokasi tersebut.
"Bantar Gebang itu sudah ada 55 juta ton sampah lebih. Sudah tidak cukup dan beberapa kali mengalami longsor," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Dalam upaya menyukseskan program ini, pemerintah daerah menjalin kolaborasi lintas sektoral bersama Kementerian Lingkungan Hidup serta Kemenko Pangan. Partisipasi lembaga keagamaan diharapkan mampu memberikan pengaruh signifikan dalam mengedukasi warga ibu kota mengenai pentingnya memilah limbah domestik.
"Maka sebagai Gubernur Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, dengan Menko Pangan, besok kami akan mencanangkan gerakan pilah sampah. Dan dalam kesempatan ini kami mohon Romo dan jajaran yang ada di Keuskupan Agung Jakarta ini bisa mendukung gerakan untuk pilah sampah yang ada di Jakarta," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Di sisi lain, perbaikan kualitas lingkungan permukiman di Jakarta menunjukkan tren positif melalui penurunan jumlah RW kumuh. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penyusutan dari 445 menjadi 211 RW kumuh di wilayah Jakarta.
Perayaan hari jadi Keuskupan Agung Jakarta ini juga dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo. Agenda kegiatan meliputi jalan santai serta doa lintas agama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·