Gubernur Sinaloa Mengundurkan Diri Usai Didakwa Terlibat Kartel Narkoba

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Gubernur Sinaloa, Ruben Rocha Moya, resmi mengajukan permohonan cuti atau pengunduran diri sementara kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat pada Minggu (03/05/2026). Langkah ini diambil setelah Kejaksaan Federal Manhattan di Amerika Serikat melayangkan tuduhan keterlibatannya dalam operasi kartel narkoba.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, tuduhan tersebut berkaitan dengan aktivitas pengiriman narkotika ke Amerika Serikat melalui jaringan kartel Meksiko. DPRD Sinaloa bergerak cepat dengan menunjuk Sekretaris Pemerintahan, Yeraldine Bonilla Valverde, sebagai gubernur sementara melalui mekanisme pemungutan suara pada Sabtu (02/05/2026).

"Saya memberitahukan kepada rakyat Sinaloa bahwa saya telah mengajukan permohonan cuti sementara kepada Dewan Perwakilan Rakyat setempat," kata Ruben Rocha Moya dalam sebuah video.

Politisi berusia 76 tahun tersebut menegaskan bahwa keputusan menanggalkan jabatannya sementara waktu merupakan bentuk kepatuhan terhadap prinsip kenegaraan. Penunjukan Valverde dilakukan karena dirinya dianggap sebagai sekutu dekat dari Rocha Moya dalam pemerintahan negara bagian tersebut.

"Saya melakukannya atas dasar keyakinan republik yang mendalam," kata Ruben Rocha Moya.

Dakwaan dari jaksa federal Manhattan yang diumumkan pada Rabu (29/04/2026) menyebutkan bahwa pemimpin kartel Sinaloa diduga membantu pemenangan Rocha Moya dalam pemilihan. Praktik tersebut dilakukan melalui tindakan penculikan serta intimidasi terhadap lawan politik demi mendapatkan perlindungan distribusi narkoba.

Rocha Moya secara tegas membantah seluruh klaim yang diarahkan kepadanya dan menyatakan bahwa pengunduran dirinya akan membantu proses hukum. Ia berharap otoritas Meksiko dapat menjalankan investigasi secara lebih mendalam dan transparan tanpa adanya hambatan jabatan.

Sementara itu, Kantor Jaksa Agung Meksiko telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendapatkan dokumen ekstradisi dari otoritas Amerika Serikat. Informasi yang diminta mencakup berkas dakwaan Departemen Kehakiman AS terhadap Rocha Moya dan sembilan pejabat lainnya.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, turut memberikan respons atas kasus yang menjerat pemimpin wilayah Sinaloa tersebut. Sheinbaum memberikan penegasan bahwa pihak eksekutif tidak akan memberikan perlindungan hukum bagi siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran pidana berat.

Pemerintah pusat menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada sistem peradilan Meksiko untuk mengambil langkah hukum jika bukti-bukti yang disodorkan pihak Amerika Serikat terverifikasi valid. Saat ini, koordinasi antar-lembaga terus dilakukan guna menindaklanjuti data dari Departemen Kehakiman AS.