GUNUNG Dukono yang berlokasi di Halmahera Utara, Maluku Utara, sudah meletus enam kali sepanjang hari ini, Minggu 10 Mei 2026. Semburan abu vulkaniknya sampai lebih dari 1.000 meter di atas puncak kawah.
Letusan pertama terjadi pada pukul 05.38 WIT (03.38 WIB). Kepulan abu vulkanik berwarna kelabu mengarah ke barat laut. Tidak kurang dari satu jam berikutnya, Gunung Dukono kembali erupsi, tepatnya pada pukul 07.05 WIT. Abu vulkanik ke arah utara dan timur laut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sekitar satu jam berikutnya, pada pukul 08.06 WIT, gunung api setinggi 1.335 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu kembali erupsi dengan kolom abu ke arah timur dan tenggara. Kurang dari satu jam berikutnya, tepatnya pada pukjul 08.51 WIT, Gunung Dukono meletus lagi.
Berikutnya, letusan kembali terjadi pada pukul 12.13 WIT. Erupsi tak kunjung mereda, pada pukul 15.13 WIT Gunung Dukono meletus lagi. Namun, visual letusan tidak teramati. "Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," kata petugas di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Saum Amin, dalam laporannya untuk Badan Geologi.
Pada Jumat, 8 Mei 2026, Gunung Dukono erupsi dan melontarkan abu vulkanik setinggi 10 kilometer dari atas puncak kawah. Sejumlah pendaki terdampak letusan itu dan harus dievakuasi. Tiga di antaranya dalam kondisi tewas.
Sejak Januari 2026, Gunung Dukono sudah meletus 108 kali dan termasuk tiga gunung api paling aktif di Indonesia. Meski begitu, status aktivitas gunung api ini tak berubah, tetap berada pada Level II atau Waspada.
Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengimbau masyarakat tidak memasuki area di dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang dan Warirang. Lana juga merekomendasikan masyarakat sekitar selalu mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari ancaman bahaya abu vulkanik yang bisa masuk ke sistem pernapasan.
"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area sebaran abunya tidak tetap," ujar Lana.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·