Gunung Marapi Meletus Lagi, Warga Diminta Waspadai Lahar

Sedang Trending 56 menit yang lalu

GUNUNG Marapi di Sumatera Barat erupsi pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026. Letusan terjadi pada pukul 08.42 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak gunung api tersebut.

Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, melaporkan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut. “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut,” katanya dalam laporan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut dia, erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 25 detik. Tercatat hanya satu kali gempa letusan yang terjadi sepanjang hari itu.

Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar saat ini masih berstatus Level II atau Waspada. Karena itu, masyarakat dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.

Ahmad Rifandi juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar mewaspadai potensi banjir lahar dingin, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. “Ancaman lahar dapat terjadi sewaktu-waktu pada musim hujan sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Selain itu, warga yang terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan. Masyarakat juga diminta menggunakan pelindung mata dan kulit, mengamankan sumber air bersih, serta membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di atap rumah untuk menghindari risiko keruntuhan bangunan.

Sejak erupsi besar pada akhir 2023, Gunung Marapi masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang fluktuatif dengan erupsi yang terjadi secara berkala. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, terus memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut dan akan memperbarui rekomendasi sesuai kondisi di lapangan.