Hardiknas 2026: Revitalisasi Panca Dharma Ki Hajar Dewantara

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Panca Dharma tersebut patut direfleksikan dan dimaknai sesuai dengan konteks dunia pendidikan kita di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Setiap tanggal 2 Mei, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan upacara, pidato, dan slogan yang berulang.

Namun di balik seremoni itu, pertanyaan mendasarnya justru semakin penting dan mendesak: apakah pendidikan kita masih setia pada cita-cita memanusiakan manusia, atau telah bergeser menjadi sekadar mesin produksi angka, ijazah, dan tenaga kerja?

Di tengah hiruk-pikuk kebijakan dan program, gagasan Ki Hajar Dewantara (1889-1952) tentang Panca Dharma Taman Siswa --kodrat alam, kemerdekaan, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan-- menjadi cermin kritis. Kelima dasar Taman Siswa ini ditulis dalam pasal 7 dan 12 Peraturan Dasar Persatuan Taman Siswa berdasarkan keputusan Kongres ke X pada 5-10 Desember 1968.

Panca Dharma merupakan rumusan orisinal-kreatif, berharga dan kuat dari Ki Hajar Dewantara. Dalam Panca Dharma, Ki Hajar Dewantara memberi jalan untuk berpikir global, tetapi tetap berakar lokal. Namun, gagasan ini bukan sekadar warisan historis, melainkan kompas moral yang justru terasa semakin relevan di era ketidakpastian dan makin cair ini.

Memaknai Panca Dharma

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.