Harga Emas Dunia Melemah akibat Ketegangan Baru di Teluk Persia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Harga emas mempertahankan pelemahannya setelah bentrokan baru di Teluk Persia terjadi. Situasi ini mengurangi harapan terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sekaligus memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi dapat membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama.

Dikutip dari Bloombergtechnoz, komoditas emas batangan diperdagangkan di bawah US$4.500 per ons pada perdagangan Asia hari Rabu, setelah mengalami penurunan sebesar 1,4% pada hari Selasa. Permusuhan antara pasukan AS dan Iran di dekat Selat Hormuz terjadi bahkan ketika kedua belah pihak menyampaikan adanya kemajuan menuju kesepakatan damai sementara.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa perjanjian apa pun kemungkinan memerlukan beberapa hari lagi untuk diselesaikan. Meski kebuntuan masih berlangsung, keyakinan meningkat bahwa konflik yang telah berjalan selama tiga bulan itu akan tetap terkendali karena para trader menangkap sinyal kemajuan diplomatik.

Sentimen risk-on tersebut telah mendorong pasar saham ke level tertinggi baru. Namun, situasi di lapangan dinilai masih sangat rentan oleh para pelaku pasar komoditas.

"Meski harapan terhadap kesepakatan AS-Iran telah memberi sedikit dukungan, situasinya tetap rapuh dan berkepanjangan, sementara kekhawatiran inflasi masih membayangi logam mulia," kata analis TD Securities, Ryan McKay, dalam sebuah catatan.

"Pada akhirnya, asimetri harga masih sangat condong ke arah penurunan secara keseluruhan."

Emas batangan telah merosot sekitar 15% sejak konflik pecah pada akhir Februari. Para trader kini meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga setelah perang mendorong lonjakan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi. Biaya pinjaman yang lebih tinggi menjadi beban bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Dampak inflasi dari kenaikan harga energi juga memicu kekhawatiran para pejabat keuangan. Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak dapat menimbulkan risiko yang lebih luas terhadap prospek inflasi di negara tersebut.

"Data inflasi terbaru di berbagai ekonomi utama telah memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral mungkin perlu mempertahankan sikap hawkish atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang," kata Manav Modi, analis komoditas di Motilal Oswal Financial Services Ltd.

Harga emas spot tercatat turun 0,5% menjadi $4.484,74 per ons pada pukul 14:37 di Singapura. Komoditas perak juga melemah sebesar 2,4% ke level $75,02 per ons, yang diikuti oleh penurunan harga platinum dan paladium. Sementara itu, Indeks Bloomberg Dollar Spot terpantau sedikit berubah setelah ditutup naik 0,1% pada sesi sebelumnya.