Harga gas alam di Eropa melonjak signifikan pada perdagangan awal Asia, Senin (13/4/2026), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan niatnya untuk memblokade Selat Hormuz. Kenaikan harga ini dipicu oleh kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan energi global.
Kontrak berjangka Dutch Title Transfer Facility (DTFT) tercatat melonjak hingga 17% pada pukul 05.52 pagi waktu Singapura, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Durasi perdagangan untuk produk ini diperpanjang menjadi 21 jam pada Senin, dari sebelumnya 10 jam.
Situasi ini bermula setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan dalam serangkaian pembicaraan maraton di Pakistan selama akhir pekan lalu. Kegagalan negosiasi menimbulkan keraguan besar mengenai kemungkinan tercapainya solusi permanen untuk konflik enam minggu.
Perang yang berlangsung selama enam minggu tersebut telah menyebabkan sekitar 20% pasokan gas alam cair dunia terhambat. Presiden Trump mengumumkan segera setelah pembicaraan tersebut berakhir bahwa Angkatan Laut AS akan memblokir semua kapal yang berupaya memasuki atau keluar dari Selat Hormuz.
Ancaman blokade ini semakin meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran, serta berpotensi memperpanjang penutupan selat vital tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur laut krusial bagi lalu lintas minyak dan gas global, menghubungkan produsen energi di Timur Tengah dengan pasar internasional.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·