Harga minyak mentah turun pada penutupan perdagangan Jumat (1/5). Hal ini terjadi seiring adanya usulan Iran terkait negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Reuters pada Senin (4/5), kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk Juli ditutup di USD 108,17 per barel atau turun USD 2,23 atau 2,02 persen. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) berakhir di USD 101,94 per barel, turun USD 3,13 atau 2,98 persen
Meski demikian, acuan Brent dan WTI masih berada di jalur kenaikan sekitar 2,95 persen sepanjang pekan. Kontrak Brent untuk Juni sempat mencapai USD 126,41 per barel pada Kamis atau berada di level tertinggi sejak Maret 2022, sebelum akhirnya ditutup melemah.
Adapun Iran telah mengirimkan proposal terbaru untuk negosiasi dengan AS kepada mediator Pakistan pada Kamis (30/4) menurut laporan kantor berita pemerintah IRNA. Langkah ini berpotensi meningkatkan peluang untuk memecahkan kebuntuan dalam upaya mengakhiri perang Iran.
“Proposal Iran ini memberi harapan kepada pasar bahwa ada jalan keluar bagi Amerika Serikat,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
CPO
Dikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak Juli per Jumat (⅕) mengalami penurunan 0,17 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.570 per ton.
Batu Bara
Serupa, harga batu bara berjangka Newcastle juga mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak Juli turun 0,40 persen ke level USD 138,50 per ton.
Nikel
Harga nikel juga mengalami penurunan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel turun 0,53 persen ke level USD 19.365 per ton.
Timah
Harga timah justru menguat 0,42 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, saat ini harga timah ada pada level USD 49.423 per ton.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·