Kenaikan harga bahan bakar diesel membuat sejumlah konsumen terkejut. Salah satunya dirasakan Zaki, pengguna mobil diesel yang mengaku kaget dengan lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat.
Ia menuturkan, perubahan harga terasa drastis bahkan dalam satu hari penggunaan. Kondisi ini membuat beban pengeluaran harian untuk bahan bakar meningkat signifikan dibanding sebelumnya.
“Saya shock banget, hari ini saya sudah dua kali isi bensin tadi pagi isi bensin, malam ini isi bensin lagi. Yang bikin shock itu kenaikanharganya hampir dua kali lipat ya. Kenaikanya sekitar Rp10 ribuan ya. Tadinya Rp14 ribu sekian, sekarang Rp25 ribu sekian, jadi hampir 70 persen kenaikannya, itu yang bikin shock,” ujar Zaki saat ditemui di pom bensin BP Lenteng Agung, Sabtu (18/4/2026).
Meski harga melonjak tajam, Zaki mengaku belum memiliki pilihan lain selain tetap menggunakan kendaraan diesel. Ia menilai menjual kendaraan bukan solusi praktis dalam kondisi saat ini.
“Mau enggak mau tetap harus pakai diesel, kan enggak mungkin kita jual mobil,” katanya.
Terkait kemungkinan beralih ke kendaraan listrik, Zaki mengaku belum mempertimbangkan opsi tersebut dalam waktu dekat. Ia memilih untuk tetap bertahan dengan kondisi yang ada sambil menunggu perkembangan ke depan.
“Kalau ke EV atau mobil listrik kayaknya enggak dulu deh. Terpaksa kita ikutin harga BBM diesel yang naik. Ya saya sih berharap, mudah-mudahan enggak berlangung lama kala bisa nanti turun lagi. Semoga pemerintah bisa mendengar aspirasi kita,” ujarnya.
Di sisi lain, kenaikan harga ini juga berdampak pada aktivitas di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Berdasarkan pantauan kumparanOTO di sejumlah SPBU Pertamina di kawasan Lenteng Agung dan Tanjung Barat, Jakarta Selatan intensitas kendaraan yang mengisi BBM terpantau menurun.
Petugas SPBU menyebut jumlah konsumen yang datang setelah kenaikan harga jauh lebih sedikit dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya penyesuaian perilaku konsumen akibat lonjakan harga BBM.
Sebagai informasi, harga Pertamina Dexlite kini naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter. Sementara Pertamina Dex turut melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Tak hanya itu, produk dari swasta seperti BP Ultimate Diesel juga berada di level tinggi, yakni Rp25.560 per liter, sebelumnyadi harga Rp14.060 per liter. Kenaikan ini membuat selisih harga dengan sebelumnya cukup signifikan dan dirasakan langsung oleh konsumen di lapangan.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·