Paris Saint-Germain (PSG) bermain imbang 2-2 melawan Bayern Munchen dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Parc des Princes pada Selasa, 28 April 2026 malam waktu setempat. Pertandingan ini diwarnai keputusan penalti kontroversial yang memicu kritik dari sejumlah pengamat sepak bola internasional.
Gol-gol pada babak pertama dicetak oleh Harry Kane dan Michael Olise untuk Bayern Munchen, sementara PSG membalas melalui aksi Khvicha Kvaratskhelia dan Joao Neves. Keputusan wasit Sandro Schärer memberikan penalti kepada PSG setelah intervensi VAR menjadi titik balik yang diperdebatkan dalam laga intensitas tinggi tersebut.
Mantan pemain nasional Inggris, Alan Shearer, mengecam keputusan wasit yang memberikan penalti setelah bola mengenai kaki Alphonso Davies sebelum memantul ke tangannya. Melalui komentar di Amazon Prime Video, Shearer menilai aturan handball saat ini sangat membingungkan.
"Once you see that deflection onto his arm, then that for me, shouldn't be a penalty." ujar Alan Shearer, Pengamat Sepak Bola.
Kekecewaan Shearer berlanjut saat melihat wasit tetap pada keputusannya meski tayangan ulang menunjukkan adanya defleksi. Ia merasa pemain bertahan berada dalam posisi sulit untuk menghindari kontak bola tersebut.
"He's give it. I don't agree with that, I really don't agree with it. Once it comes off his leg onto his arm, then for me, that's a different story." kata Alan Shearer, Pengamat Sepak Bola.
Pria yang juga legenda Newcastle United ini menegaskan bahwa regulasi mengenai pelanggaran tangan perlu diperjelas agar lebih adil bagi para pemain di lapangan.
"If it hits his arm then okay, I might accept. But once it comes of a different part of his body onto his arm, what's he meant to do?" ucap Alan Shearer, Pengamat Sepak Bola.
Shearer akhirnya menyimpulkan bahwa kompleksitas aturan saat ini justru menyulitkan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan.
"I think handballs are nonsense. I think they've tied themselves up in knots over the years, trying to get somewhere which is fair. And I don't think that is, but there you go." pungkas Alan Shearer, Pengamat Sepak Bola.
Mantan wasit Mark Clattenburg turut mendukung argumen Shearer dengan menyatakan bahwa situasi serupa telah sering menjadi bahan perdebatan dalam dua musim terakhir. Clattenburg menilai bola yang memantul dari bagian tubuh lain sebelum mengenai tangan seharusnya tidak dianggap pelanggaran.
"I agree with you, Alan, but we've seen it time and time again over the last two seasons. Something that we always discuss, it's highly controversial." tutur Mark Clattenburg, Mantan Wasit.
Ia menyoroti gerakan tangan Davies yang memang menjauh dari tubuh, namun faktor arah bola yang berubah total menjadi pertimbangan utama keberatan mereka.
"But when you see it come from that body, the leg onto the arm - even though the arm's came away from the body - I don't believe they should be given, and I agree with Alan." tambah Mark Clattenburg, Mantan Wasit.
Wayne Rooney yang hadir sebagai komentator juga menyuarakan pendapat serupa di waktu jeda pertandingan. Rooney menilai keputusan tersebut tidak adil karena posisi tangan Davies sebenarnya berada di belakang punggung sebelum terjadi umpan silang.
"I don't think it's a penalty." tegas Wayne Rooney, Komentator.
Rooney menambahkan bahwa arah bola berubah sepenuhnya setelah mengenai paha kanan pemain sebelum menyentuh lengan, yang menurutnya tidak masuk akal untuk dijatuhi hukuman.
"His hand's behind his back, and he does move his hand out when the cross comes in, but I think it comes off his right thigh and onto his arm. Maybe the rules are different in Europe, I don't know, but for me, it's not a penalty." jelas Wayne Rooney, Komentator.
Pemain legendaris Manchester United ini merasa kasihan dengan bek Bayern Munchen yang tidak memiliki waktu bereaksi untuk menghindari bola tersebut.
"I just think it's a little bit unfair. Yeah, he's put his arm out, but then the ball has completely changed direction and hits his right thigh, which he cant get out the way, and then it diverts the ball onto his arm. It doesn't make sense why you should give a penalty for that." imbuh Wayne Rooney, Komentator.
Di sisi lain, bek PSG Nuno Mendes mencatatkan sejarah baru dengan menjadi pemain Portugal termuda yang mencapai 50 penampilan di Liga Champions pada usia 23 tahun 313 hari. Dilansir dari koranmanado.co.id, rekor ini melampaui pencapaian Cristiano Ronaldo yang baru menyentuh angka serupa pada usia 24 tahun 83 hari.
Berdasarkan data statistik dari bola.net, Bayern Munchen kini memegang rekor lima kemenangan beruntun melawan PSG sebelum hasil imbang ini. Pertandingan leg kedua dijadwalkan akan segera dilaksanakan untuk menentukan tim yang berhak melaju ke babak final Liga Champions musim 2025/2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·