HBO Rilis Dokumenter Identitas Komunitas AAPI di Amerika Serikat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sutradara Eugene Yi merilis film dokumenter HBO berjudul "The A List: 15 Stories from Asian and Pacific Diasporas" pada Rabu, 13 Mei 2026, untuk mengeksplorasi identitas komunitas Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik (AAPI).

Film yang diluncurkan dalam rangka Bulan Warisan AAPI ini menampilkan 15 tokoh dari berbagai industri, termasuk selebritas seperti Sandra Oh, Kumail Nanjiani, dan Bowen Yang, yang berbagi kisah mendalam mengenai rasa memiliki di Amerika Serikat.

Eugene Yi menyatakan ketertarikannya pada inklusivitas istilah AAPI yang mencakup berbagai etnis dalam wawancaranya bersama Associated Press.

"When we’re talking about Asian Americans or Asian people in the U.S., oftentimes it’s people who might look like you and me, and maybe not people who look like (New York City Mayor) Zohran Mamdani," ujar Eugene Yi, Sutradara.

Yi merasa antusias saat diminta memimpin proyek ini karena ia ingin mempertanyakan mengapa istilah yang seharusnya inklusif terkadang terasa terbatas.

"Why is that when this term is supposed to be so capacious and so inclusive?" kata Eugene Yi, Sutradara.

Dalam dokumenter ini, jurnalis Jada Yuan melakukan wawancara intim dengan para narasumber, termasuk Senator Tammy Duckworth dan penyiar Connie Chung.

"When talking to people who are professionally funny, oftentimes they’re really comfortable not being funny," tutur Eugene Yi, Sutradara.

Yi menghargai kesempatan untuk menggali lebih dalam sisi serius dari para komedian yang terlibat.

"I appreciated that chance to get a little bit deeper into some of their stories," ucap Eugene Yi, Sutradara.

Chef Yia Vang, pemilik restoran Hmong di Minneapolis, menggambarkan proses syuting yang dilakukan tiga tahun lalu tersebut sebagai pengalaman yang sangat emosional.

"I will never, ever try to be ‘cool,’" ungkap Yia Vang, Pemilik Restoran Vinai.

Vang menceritakan penyesalannya saat kecil karena membuang bekal makanan tradisional demi terlihat normal, namun kini ia justru menyajikan hidangan tersebut di restorannya.

"That’s why I guess I get so intense about like how we do our food here. Not because I’m chasing perfection or some kind of award, but I just want to make sure I stay true to the integrity that they (my parents) laid before me," kata Yia Vang, Pemilik Restoran Vinai.

Setelah penayangan di Milwaukee Film Festival, Vang merasa penonton sangat terhubung dengan ceritanya sebagai anak yang tumbuh di Midwest.

"The audience really connected because I’m a Wisconsin boy," cetus Yia Vang, Pemilik Restoran Vinai.

Banyak penonton yang mendekatinya untuk memberikan apresiasi atas kehadirannya di dalam film tersebut.

"It's so awesome to see a Midwest kid in there," ujar Yia Vang, Pemilik Restoran Vinai.

Meskipun populasi AAPI tumbuh pesat, indeks STAATUS dari The Asian American Foundation (TAAF) menunjukkan bahwa 4 dari 10 orang dewasa AS tidak dapat menyebutkan satu pun tokoh Asia-Amerika yang terkenal.

"It’s an indication of just how for most of America — and our data shows this as well — people get most of their information about Asian Americans not so much from direct contacts, but from the media," jelas Norman Chen, CEO TAAF.

Chen memuji keberagaman cerita dalam film ini dan mencatat bahwa karya semacam ini mungkin sulit untuk diproduksi satu dekade lalu.

"Even people that we don’t know have such powerful stories to show you the depth and richness of our community and the struggles that we’ve had to go through in multiple generations," tambah Norman Chen, CEO TAAF.

Sutradara Eugene Yi juga menyoroti perubahan iklim politik di bawah pemerintahan Donald Trump yang menentang inisiatif keberagaman dan inklusi.

"What I’ve certainly seen during the stretch of time — just speaking for myself — is just how quickly things can backslide and how quickly people can be erased," papar Eugene Yi, Sutradara.

Ia mengkhawatirkan adanya penghapusan sejarah dan identitas tertentu di ruang publik saat ini.

"We literally have people being disappeared on the streets and we literally have histories being erased," lanjut Eugene Yi, Sutradara.

Yi berharap dokumenter ini membantu komunitas untuk membangun kembali rasa percaya diri dan harapan di tengah tantangan politik.

"We can really move forward from this moment in terms of rebuilding and reclaiming and taking up space with confidence and hope again," pungkas Eugene Yi, Sutradara.