Hearts Incar Gelar Scottish Premiership di Markas Celtic

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Perebutan trofi juara Scottish Premiership musim ini memasuki laga penentu pekan terakhir saat pemuncak klasemen Hearts menantang juara bertahan Celtic di Stadion Celtic Park pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Skuad asuhan Derek McInnes saat ini mengungguli Celtic dengan selisih satu poin setelah merampungkan 37 pertandingan. Hearts hanya memerlukan hasil imbang untuk mengamankan trofi liga pertama mereka sejak musim 1959-1960 sekaligus memutus dominasi 40 tahun duo Old Firm.

Manajer Hearts, Derek McInnes, menyatakan kesiapannya untuk menghadapi atmosfer luar biasa di kandang lawan dan bertekad memberikan performa maksimal demi mengunci gelar juara.

"It will be bedlam," kata Derek McInnes selaku pelatih Hearts.

McInnes menilai pertandingan yang dijadwalkan memulai sepak mula pada waktu makan siang hari Sabtu tersebut akan menyajikan drama luar biasa bagi publik sepak bola.

"Pure box office," ujar Derek McInnes.

Menurutnya, persaingan ketat hingga akhir musim ini merupakan skenario terbaik untuk menutup kompetisi liga domestik.

"It's a perfect ending to a season for the league, for Scottish football, for drama and excitement. It's pure box office," tutur Derek McInnes.

McInnes menambahkan bahwa timnya telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi kebangkitan performa Celtic di fase akhir kompetisi.

"I felt for a while it would go the full way, and we've been preparing for that. We knew we'd have to get good wins, and obviously, Celtic have shown improvements. Fair play to them and to our boys for making this the situation. It's important now that we have that one big performance in us to try and get over the line," ucap Derek McInnes.

Meskipun Hearts hanya akan didukung oleh sekitar 800 suporter setianya di Glasgow, sang manajer tetap meyakini anak asuhnya akan tampil tanpa rasa takut.

"It'll be bedlam, it'll be an unbelievable atmosphere," kata Derek McInnes.

Ia menegaskan motivasi skuadnya untuk membalikkan prediksi mayoritas publik yang lebih mengunggulkan Celtic memenangkan pertandingan penentuan ini.

"There might be people out there who think everything's back on script – if Celtic win their home game, they win the league. But we've ripped the script up so often this season, and we've got one more in us, I think, and it's up to us to try and make that happen," ujar Derek McInnes.

Di sisi lain, pelatih interim Celtic, Martin O'Neill, mengonfirmasi kesiapannya menghadapi laga krusial yang berpotensi menjadi pertandingan kandang terakhirnya di klub tersebut.

"reasonable chance" cetus Martin O'Neill mengenai kemungkinan laga ini menjadi laga kandang terakhirnya.

O'Neill yang sebelumnya mencatatkan enam kemenangan beruntun mengharapkan energi besar dari para pendukung tuan rumah di stadion nanti.

"electric" sebut Martin O'Neill mengenai atmosfer yang dia harapkan di stadion.

O'Neill juga menyikapi tekanan menjelang laga krusial ini dengan santai dan menganggap opini publik yang berpihak kepada tim tamu justru mengurangi beban skuadnya.

"because everybody outside of Celtic wants Hearts to win" kata Martin O'Neill terkait keriuhan yang terjadi baru-baru ini.

Pertandingan krusial yang dijadwalkan kick-off pukul 12.30 waktu setempat ini akan dipimpin oleh wasit Don Robertson, dengan Kevin Clancy bertugas mengendalikan VAR.