Hobi Ngopi? Waspadai Risiko Tulang Rapuh pada Wanita Lansia

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Kebiasaan minum kopi yang sudah menjadi bagian dari rutinitas harian ternyata perlu diperhatikan, terutama bagi wanita lanjut usia. Berikut penjelasannya.

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tinggi berpotensi berdampak pada kesehatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis.

Penyakit ini umum terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun, ketika kepadatan tulang menurun akibat berkurangnya hormon estrogen, sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Science Alert (06/05/2026), penelitian yang dilakukan oleh tim dari Flinders University melibatkan sekitar 9.700 perempuan berusia di atas 65 tahun di Amerika Serikat.

7 Pro dan Kontra Konsumsi Kopi Untuk Lansia, Ini Penjelasan AhliPro dan Kontra Konsumsi Kopi Untuk Lansia, Ini Penjelasan Ahli Foto: Getty Images/iStockphoto/lucigerma

Dalam studi tersebut, peneliti mengamati kebiasaan konsumsi kopi dan teh selama kurang lebih 10 tahun, sekaligus mengukur kepadatan mineral tulang atau bone mineral density (BMD) menggunakan metode sinar-X pada area pinggul.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang rutin mengonsumsi teh memiliki kepadatan tulang pinggul yang sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Temuan ini diduga berkaitan dengan kandungan katekin dalam teh, yaitu senyawa yang dapat membantu kerja sel pembentuk tulang.

"Bahkan peningkatan kecil pada kepadatan tulang dapat berarti penurunan risiko patah tulang dalam skala besar," ujar ahli epidemielogi, Enwu Liu.

Sementara itu, kebiasaan minum kopi menunjukkan hasil yang beragam. Perempuan yang mengonsumsi lebih dari lima cangkir kopi per hari cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah.

Kondisi ini diduga terjadi karena kandungan kafein dapat mengganggu penyerapan kalsium, nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kekuatan tulang. Penurunan kepadatan tulang ini dapat meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada usia lanjut.

Tak hanya itu, efek negatif kopi terhadap kesehatan tulang juga terlihat lebih jelas pada perempuan yang memiliki riwayat konsumsi alkohol tinggi.

Dalam kelompok ini, konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan kepadatan tulang pada bagian femur, yaitu tulang paha yang terhubung dengan pinggul. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi kafein dan alkohol dapat memperburuk kondisi tulang.

5 Kopi Termahal di Dunia, Harganya Capai Rp 2,3 Juta Secangkir!Lansia minum kopi. Foto: Site News

"Hasil ini tidak berarti Anda harus berhenti minum kopi sepenuhnya, tetapi konsumsi dalam jumlah sangat tinggi mungkin bukan pilihan yang ideal, terutama bagi perempuan yang juga mengonsumsi alkohol," ujar Enwu Liu.

Meski demikian, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa kopi sepenuhnya berbahaya. Konsumsi kopi dalam jumlah moderat (2-3 cangkir per hari) masih dapat dilakukan, selama diimbangi dengan asupan nutrisi penting seperti kalsium dan vitamin D.

Liu juga menekankan bahwa kebiasaan kecil sehari-hari, termasuk pilihan minuman, dapat berperan dalam menjaga kesehatan tulang jangka panjang.

Dengan demikian, bagi perempuan lanjut usia, mengontrol jumlah konsumsi kopi menjadi langkah sederhana yang penting untuk membantu menjaga kekuatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.


(sob/adr)