Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan hubungan China-Amerika Serikat yang stabil bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata pasca pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump.
"Hubungan China-AS yang konstruktif, strategis, dan stabil bukan sekadar slogan, melainkan harus menjadi tujuan yang dipegang teguh oleh kedua pihak dan diwujudkan melalui tindakan bersama," kata Wang Yi dalam pernyataan tertulis yang dimuat di laman Kementerian Luar Negeri China, Jumat (15/5) malam.
Kedua pemimpin melakukan pertemuan bilateral selama dua jam 15 menit pada Kamis. Pertemuan itu dilanjutkan dengan kunjungan ke Kuil Langit dan jamuan makan malam kenegaraan.
Pada Jumat, Trump juga mendapat tur privat ke Zhongnanhai, kompleks kantor dan kediaman resmi Xi Jinping serta petinggi Partai Komunis China lainnya.
"Kita harus mengikuti arah yang telah ditetapkan oleh kedua kepala negara, terus memperkaya makna posisi baru ini, mengubahnya menjadi kebijakan konkret dan langkah nyata, serta bersama-sama membuka babak baru hubungan China-AS," kata Wang Yi.
Sejumlah pengusaha Amerika turut mendampingi Trump dalam kunjungan tersebut. Trump secara khusus juga mengundang para pengusaha menghadiri lokasi pertemuan kedua kepala negara.
Menurut Wang Yi, Presiden Xi mendorong para pengusaha Amerika memperkuat kerja sama dengan China dan menegaskan keterbukaan ekonomi China akan terus diperluas.
Baca juga: Menlu China: Xi-Trump bahas Taiwan hingga hubungan dagang
Perdana Menteri China Li Qiang juga bertemu dengan para pengusaha Amerika.
"Mereka pada umumnya menyatakan sangat menghargai pasar China, berharap memperdalam bisnis di China, dan terus memperkuat kerja sama dengan China," kata Wang Yi, seraya menambahkan bahwa hal itu menunjukkan China tetap menjadi tujuan penting investasi perusahaan AS.
Ia menambahkan bahwa Xi juga mendorong program pertukaran pemuda China-AS dengan mengundang 50.000 remaja Amerika untuk datang ke China dalam lima tahun guna belajar dan mengikuti pertukaran budaya.
"Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dan partisipasi aktif dari berbagai kalangan di kedua negara," ujar Wang Yi.
Trump juga disebut menyambut mahasiswa China untuk belajar di Amerika Serikat.
Baca juga: Trump: AS dan China sama-sama tak ingin Iran punya senjata nuklir
"Pertukaran dua arah semacam ini akan memperluas wawasan kaum muda dan membantu membentuk masa depan hubungan China-AS dengan lebih baik," tegas Wang Yi.
Menurut Wang Yi, peningkatan hubungan antar-masyarakat menjadi konsensus kedua kepala negara sekaligus harapan masyarakat kedua negara.
"China akan, seperti sebelumnya, terus mendorong dan mendukung hal tersebut, memperkuat fondasi sosial hubungan kedua negara, dan menuliskan lebih banyak kisah persahabatan masyarakat China-AS," katanya.
Wang Yi menambahkan hubungan China-AS berkaitan dengan kesejahteraan lebih dari 1,7 miliar warga kedua negara dan berdampak terhadap dunia internasional.
"China bersedia bekerja bersama Amerika untuk melaksanakan dengan baik konsensus penting yang dicapai dalam pertemuan kepala negara," katanya.
Baca juga: Xi Jinping undang Donald Trump ke tur privat di Zhongnanhai
Baca juga: Trump bungkam soal sengketa Taiwan dan China
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·