Hujan Deras Picu Banjir di 11 Titik Kota Kendari

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sebelas titik wilayah di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah tersebut sejak Sabtu malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bencana ini berdampak pada permukiman, perkantoran, hingga lahan pertanian.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menjelaskan pada Minggu (10/5/2026) bahwa pendataan sementara menunjukkan persebaran titik banjir yang cukup luas di beberapa kecamatan. Lokasi terdampak mencakup wilayah Kelurahan Wuawua dan Kelurahan Bonggoeya di Kecamatan Wuawua.

"Berdasarkan laporan sementara, ada 11 titik terdampak," kata Cornelius Padang.

Cornelius menambahkan rincian lokasi lain berada di Kecamatan Baruga yang meliputi tiga titik, yakni kawasan Kali Wanggu, area perumahan, serta jalan raya di Kelurahan Lepo-lepo. Selain itu, banjir juga melanda Kelurahan Anduonuhu, Kelurahan Mokoau, dan dua lokasi di Kelurahan Kambu yaitu Jalan Bangau serta Jalan Mangkerey.

"Sedangkan untuk wilayah lainnya terdapat di Kelurahan Anduonuhu, Kelurahan Mokoau, Kelurahan Kambu dua titik di Jalan Bangau dan Jalan Mangkerey, Jalan Veteran Kelurahan Wowanggu, hingga kawasan persawahan di Nanga-nanga,” ujarnya.

Pemerintah Kota Kendari kini tengah mengupayakan langkah penanganan melalui koordinasi lintas sektoral. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyatakan pihaknya memerlukan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk merumuskan solusi jangka panjang terkait persoalan banjir di wilayah tersebut.

"Ini memang butuh penanganan koordinasi. Dalam hal ini pemerintah kota dan juga pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk bagaimana caranya kita membuat solusi untuk penanganan dari pada banjir juga ini," jelas Siska Karina Imran.

Siska menegaskan bahwa komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus dilakukan guna membantu warga yang terkena dampak luapan air. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang dihadapi dalam proses penanggulangan saat ini.

"Kami atas nama pemerintah Kota Kendari mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Kendari apabila sampai saat ini belum terlalu maksimal dalam penanganan banjir, karena ini memang butuh kolaborasi yang kuat lintas sektor dan juga lintas jenjang pemerintahan," tambah Siska.