Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas melakukan kunjungan kerja ke sentra budidaya ikan patin di Sukowetan, Trenggalek. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses panen serta berdialog dengan para pembudidaya lokal, dilansir dari Detikcom.
Kawasan budidaya yang mencakup lahan seluas 9 hektare ini memiliki lebih dari 200 kolam aktif. Aktivitas di lokasi ini mampu menghasilkan panen setiap hari yang kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia dalam bentuk fillet.
Ibas menyoroti bahwa budidaya ini bukan sekadar sektor perikanan biasa, melainkan penggerak ekonomi keluarga dan pilar ketahanan pangan daerah. Ikan patin dinilai memiliki nilai strategis karena kandungan nutrisi tinggi seperti protein dan omega-3.
"Dari kolam-kolam sederhana ini kita melihat harapan besar. Ada kerja keras masyarakat, ada semangat gotong royong, ada ekonomi yang bergerak, dan ada kontribusi nyata terhadap pemenuhan gizi masyarakat kita," ujar Ibas dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Pemanfaatan hasil perikanan lokal dinilai Ibas sangat berpotensi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Integrasi produk desa ke dalam rantai pasok nasional dianggap mampu meningkatkan asupan gizi anak sekolah sekaligus menumbuhkan ekonomi perdesaan.
"Kalau desa-desa mampu memproduksi pangan sendiri, termasuk protein hewani seperti ikan patin, maka manfaatnya besar sekali. Anak-anak kita bisa mendapatkan asupan gizi yang baik, sementara ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh. Ini yang harus terus kita dorong bersama," lanjutnya.
Tantangan dan Aspirasi Pembudidaya
Dalam sesi dialog, para peternak ikan menyampaikan kendala operasional yang mereka hadapi di lapangan. Isu utamanya meliputi lonjakan harga pakan ikan dan keterbatasan akses air bersih, terutama saat memasuki musim kemarau panjang.
Masyarakat mengharapkan adanya bantuan pembangunan sumur bor guna menjamin stabilitas produksi ikan patin yang telah menjadi tumpuan hidup warga desa. Ketersediaan sarana dasar ini dianggap krusial untuk menjaga kualitas ikan agar tetap kompetitif di pasar.
Merespons keluhan tersebut, Ibas berkomitmen membawa aspirasi warga ke tingkat kementerian terkait. Fokus utamanya adalah penguatan infrastruktur dasar dan pengembangan pakan mandiri agar usaha rakyat semakin kuat dan mandiri secara ekonomi.
"Kita ingin masyarakat pembudidaya ikan ini semakin mandiri dan kuat. Tidak hanya soal produksi, tetapi juga sarana pendukungnya seperti ketersediaan air dan pengembangan pakan mandiri. Kalau usaha rakyat seperti ini terus berkembang, maka lapangan pekerjaan akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Kita dorong nanti untuk keberadaan sumur bor," tegas Ibas.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini juga memberikan motivasi kepada warga desa agar terus berinovasi dalam mengelola potensi daerah. Menurutnya, keberanian memulai usaha merupakan kunci untuk menekan angka kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa.
"Jangan takut memulai usaha dan jangan cepat menyerah. Desa punya potensi besar kalau dikelola bersama-sama. Ketika masyarakat produktif dan mandiri, maka desa akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tutup Ibas.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Ibas juga menyerahkan bantuan pakan ikan kepada kelompok pembudidaya di Sukowetan. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi para petani ikan patin di wilayah tersebut.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·