Ibunda Bantah Ratu Sofya Dipaksa Lakoni Adegan 17+ demi Keluarga Dapat Cuan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Aktris Ratu Sofya disomasi rumah produksi milik Haldy Sabri dan Irish Bella, HAS Pictures. Ia disomasi karena menolak ikut promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Ibunda turun tangan dan memberikan penjelasan.

Polemik ini mencuat setelah podcast Ratu Sofya viral. Selain itu, dia juga menyinggung soal ketidaknyamanan menjalani scene adegan intim.

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, menjelaskan sejak awal pihak produksi sudah memberikan penjelasan detail terkait adegan dalam film tersebut. Bahkan, menurutnya, sempat disiapkan body double demi kenyamanan pemain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut, dalam proses awal, ayah Ratu Sofya sempat keberatan setelah membaca sinopsis film.

"Awalnya memang ayahnya nggak setuju," kata Reza Aditya di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, menjelaskan alasan suaminya sempat menolak tawaran film tersebut. Namun, Intan Menyebut kemudian suaminya menyetujui tawaran itu karena pakai double body.

"Pertama papanya nggak mau film ini karena pas ditawari, pas baca sinopsis ada adegan apa gitu maksudnya yang agak gitulah. Cuma dijelaskan ini hanya gambaran saja, terus nanti walaupun itu pakai body double," ungkap Intan Masthura.

Menurutnya, pihak produksi juga sudah menjelaskan secara terbuka saat konferensi pers sebelum syuting dimulai. Sehingga suami Intan menyetujui.

"Terus kata papanya, 'Oke kalau gitu preskon dulu'. Udah preskon waktu itu sebelum syuting, preskon dulu dijelaskan ke wartawan dan memang disediakan body double," sambungnya.

Intan mengatakan keluarga akhirnya mengizinkan Ratu Sofya mengambil proyek tersebut karena cerita film dianggap memiliki pesan moral yang baik.

"Nah, terus karena ceritanya yang menarik, Ratu bilang, 'Mama, ini bagus ceritanya Mah.' Dan kami baca memang ceritanya bagus banget jadi pelajaran buat hidup kita," ujarnya.

Ia juga membantah tudingan sang putri dipaksa menerima proyek film itu demi keluarga.

"Jadi kalau dibilang misalnya kami-dia nggak mau karena kami yang memaksa-itu bohong gitu, nggak ada. Saya punya bukti, punya bukti semua kebetulan saya kan suka video-videoin anak-anak saya kalau lagi preskon atau lagi syuting apa gitu, jadi saya ada buktinya," kata Intan.

Sementara itu, Reza Aditya mengaku pihak produksi cukup berhati-hati sejak awal terkait adegan intim tersebut. Ia bahkan berdiskusi dengan tim produksi dan sutradara sebelum memilih Ratu Sofya.

"Casting director saya malah yang menyampaikan kalau dianya pengin banget film ini dan dia yang akan meyakinkan orang tuanya untuk tetap mengambil film ini," katanya.

Co Produser HAS Pictures, Putri, juga menegaskan adegan dalam film tidak mengandung unsur vulgar. Menurutnya, selama proses syuting hingga pengambilan foto poster, tidak pernah ada masalah dari pihak Ratu Sofya.

"Dari awal kita sudah bilang bahwa adegannya tidak sesenonoh itu, masih pakai baju, tidak ada adegan kissing, tidak ada adegan vulgar. Pas saat reading pun dia aman, saat syuting juga fine-fine aja. Bahkan kita sempat ketemu lagi untuk take VO, untuk photoshoot, semuanya aman aja," kata Putri.

Namun, persoalan muncul ketika memasuki masa promosi film.
Pihak HAS Pictures kemudian mengaku terkejut setelah melihat podcast viral yang menampilkan pengakuan Ratu Sofya terkait ketidaknyamanan menjalani adegan dewasa.

"Permasalahan itu terjadi ketika saat mau promo ya kita tag-tag di Instagram dia tidak approve. Story terus collaboration dia tidak approve," ujar Putri.

"Kita syok gitu lo, kok dia bisa ngomong segitunya ya. Padahal ini bertolak belakang banget dari proses reading," kata Reza Aditya.

Sebelumnya, Ratu Sofya sempat membuat publik geger lewat pengakuannya soal menjalani adegan dewasa demi kebutuhan keluarga.

"Gue harus main film yang ada adegan nggak pantasnya demi keluarga gue bisa dapat duit ratusan juta. Selama ini gue syuting, duit nggak ada di gue. Yang tanda tangan kontrak orang tua gue," kata Ratu Sofya di sebuah podcast.

Selain itu Ratu Sofya juga mengaku hasil kerjanya selama ini digunakan untuk membiayai keluarga besar.

"Keluarga inti berenam, ada keluarga lain lagi yang harus gue kuliahin, yang harus gue obatin," tuturnya.


(fbr/pus)