IHSG Melemah 1,60 Persen Akibat Rebalancing Indeks MSCI

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dalam sebesar 1,60 persen atau turun 109,77 poin ke posisi 6.749,13 pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5/2026). Penurunan tajam ini dipicu oleh respons negatif pasar terhadap pengumuman tinjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendepak sejumlah emiten berkapitalisasi besar dari daftar indeks global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Mobile pukul 09.10 WIB, sebanyak 353 saham tercatat melemah, sementara 213 saham menguat dan 393 lainnya stagnan. Nilai transaksi pada awal sesi mencapai Rp3,04 triliun dengan total volume perdagangan 10,19 miliar saham yang melibatkan sekitar 276.600 kali frekuensi transaksi.

Emiten PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi pemberat utama indeks dengan kontribusi minus 13,45 poin setelah harganya ambles 12,48 persen. Tekanan jual juga melanda PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menekan 10,95 poin dengan penurunan harga 10,57 persen, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terkoreksi 9,87 persen.

Saham lain yang keluar dari MSCI Global Standard Index juga mengalami pelemahan signifikan, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 8,31 persen dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar 12,17 persen. Selain itu, emiten di kategori Small Cap seperti PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) turut tertekan masing-masing 6,67 persen dan 6,55 persen.

Daftar Saham yang Dikeluarkan dari MSCI Global Standard IndexNoNama EmitenKode Saham
1PT Amman Mineral Internasional TbkAMMN
2PT Barito Renewables Energy TbkBREN
3PT Chandra Asri Pacific TbkTPIA
4PT Dian Swastatika Sentosa TbkDSSA
5PT Petrindo Jaya Kreasi TbkCUAN
6PT Sumber Alfaria Trijaya TbkAMRT

CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa langkah rebalancing ini berpotensi memicu aliran modal keluar atau outflow pasif mencapai US$1,8 miliar atau setara Rp31,49 triliun. Seluruh perubahan komposisi indeks tersebut dijadwalkan akan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026 mendatang.

Meskipun terjadi pencoretan sejumlah saham, MSCI memastikan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori emerging markets bersama negara-negara seperti China, India, dan Korea Selatan. Hal ini meredam kekhawatiran sebelumnya mengenai kemungkinan penurunan status Indonesia menjadi kelompok frontier markets.

Di tingkat regional, bursa Asia bergerak variatif dengan indeks Taiwan memimpin pelemahan sebesar 1,02 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan justru menguat 1,2 persen. Sementara itu, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terkait jalur pelayaran Selat Hormuz turut menjadi perhatian pelaku pasar global seiring ancaman gangguan pasokan minyak dunia.

"dengan damai atau cara lain." kata Donald Trump, Presiden AS.

Pernyataan tersebut dilontarkan Trump dalam menyikapi konflik di Selat Hormuz, meski ia dijadwalkan akan tetap membahas isu tersebut bersama Presiden China Xi Jinping pada pekan ini. Washington terus mendesak Teheran untuk menghentikan program nuklirnya di tengah kondisi jalur pelayaran yang semakin terbatas bagi pasokan energi global.