IHSG Melemah ke Level 6.821 Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak di zona merah dengan pelemahan sebesar 83,93 poin atau 1,22 persen ke level 6.821,68 pada perdagangan Selasa (12/5/2026) pagi. Penurunan ini dipicu oleh sentimen pasar menjelang pengumuman hasil rebalancing indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dilansir dari Money, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks sempat merosot ke posisi terendah 6.815,60 pukul 09.54 WIB meski dibuka menguat pada level 6.946,84. Aktivitas transaksi pagi ini melibatkan volume 10,06 miliar saham dengan nilai Rp 3,54 triliun melalui 718.512 kali frekuensi perdagangan.

Kondisi pasar didominasi oleh koreksi harga di mana sebanyak 430 saham mengalami penurunan, berbanding terbalik dengan 185 saham yang menguat dan 121 saham stagnan. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan pandangan teknikal terkait pergerakan indeks yang masih dalam tekanan jual tersebut.

"IHSG berada dalam kondisi bullish divergence berdasarkan indikator RSI meskipun masih membentuk pola penurunan (downward bar)," ujar Nafan, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas.

Nafan menjelaskan bahwa indikator stochastic sscillator (K_D) masih berada di area negatif yang menunjukkan momentum pelemahan tetap ada di tengah penurunan volume perdagangan. Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) yang sudah menyentuh area jenuh jual dapat menjadi peluang bagi indeks untuk bangkit kembali.

"Berdasarkan indikator teknikal, sinyal stochastic K_D masih negatif dan volume perdagangan menurun, namun RSI sudah berada di area jenuh jual (oversold)," paparnya Nafan, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas.

Investment Specialist KISI, Azharys Hardian, menyampaikan bahwa perhatian pelaku pasar saat ini terfokus pada potensi keluarnya sejumlah emiten besar dari indeks MSCI. Dua emiten, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), diprediksi akan meninggalkan indeks tersebut.

"Sentimen IHSG memang menyangkut pengumuman MSCI nanti khususnya dua saham yang sudah pasti dikeluarkan menyangkut HSC BREN dan DSSA kedua saham ini memicu ouflow passive fund," ucap Azharys, Investment Specialist KISI.

Azharys menambahkan bahwa pasar juga mengantisipasi kemungkinan keluarnya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Hal ini didasari oleh penurunan kapitalisasi pasar kedua perusahaan tersebut yang masing-masing telah merosot 36 persen dan 55 persen sejak awal tahun.

"Selain itu ada saham yang berpotensi keluar juga yaitu AMMN dan CUAN, ini menyangkut dari sisi market cap mereka yang turun masing masing 36 persen dan 55 persen secara Ytd. Sehingga market mengantisipasi pengumuman evaluasi karena cukup penting terhadap foreign flow," tukas Azharys, Investment Specialist KISI.

Berdasarkan ulasan Stockbit Sekuritas, pengumuman evaluasi indeks oleh MSCI dijadwalkan berlangsung pada Selasa waktu Amerika Serikat atau Rabu (13/5/2026) waktu Indonesia. Dalam pembaruan sebelumnya, MSCI menyatakan tetap membekukan pasar Indonesia untuk sejumlah kategori termasuk penambahan ke MSCI Investable Market Indexes (IMI) dalam tinjauan Mei 2026.