Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pengawalan terhadap reformasi transparansi pasar modal Indonesia guna meningkatkan daya saing di level global pada Selasa, 12 Mei 2026. Langkah ini diambil di tengah fluktuasi pasar yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun.
Kredibilitas pasar modal dalam negeri saat ini sedang mendapatkan penilaian negatif serta teguran tegas dari sejumlah lembaga internasional terkemuka. Institusi global seperti MSCI, Moody’s, UBS, Goldman Sachs, hingga FTSE menyoroti aspek transparansi yang kemudian berdampak pada pergerakan indeks domestik.
Data perdagangan menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia telah merosot sebesar 20,14 persen secara year-to-date (ytd). Penurunan tersebut membawa indeks kini berada pada posisi 6.905 setelah merespons sentimen negatif dari para lembaga pemeringkat internasional tersebut.
Meskipun terdapat tekanan pada indeks, pemerintah mengimbau para investor saham agar tidak melakukan aksi panik dalam menghadapi situasi pasar saat ini. Upaya penyehatan dan reformasi yang sedang dijalankan justru diproyeksikan bakal mempercepat pertumbuhan investasi nasional dalam jangka panjang.
Reformasi transparansi ini bertujuan agar bursa saham Indonesia dapat naik kelas dan memiliki standar yang sejajar dengan bursa-bursa utama dunia. Pemerintah mengakui bahwa proses menuju pasar modal yang lebih sehat tersebut berpotensi menimbulkan guncangan jangka pendek bagi para pelaku pasar.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·