Mantan kapten Real Madrid, Iker Casillas, memberikan pandangannya mengenai situasi internal klub dan kandidat pelatih masa depan dalam acara presentasi El Clasico oleh LaLiga dan Movistar Plus+ di Barcelona pada Jumat, 8 Mei 2026.
Casillas secara terbuka menyatakan dukungannya kepada mantan rekan setimnya, Xabi Alonso, untuk menduduki kursi kepelatihan Los Blancos di masa mendatang jika Alvaro Arbeloa tidak melanjutkan tugasnya.
"Yo volvería a fichar a Xabi Alonso, era el entrenador ideal para el Real Madrid" cetus Casillas, mantan penjaga gawang Spanyol tersebut.
Penegasan mengenai kualitas Alonso kembali disampaikan oleh Casillas untuk memperkuat pendapatnya mengenai sosok pemimpin yang tepat bagi tim asal ibu kota Spanyol tersebut.
"Para mí era el entrenador perfecto" kata Casillas menambahkan.
Selain membahas pelatih, Casillas merespons laporan media mengenai ketegangan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde di ruang ganti Madrid. Ia menilai gesekan antar pemain adalah hal yang lumrah dalam dinamika tim sepak bola profesional.
"Todo tiene solución, son cosas que pasan en un vestuario, en nuestra época también" ujar Casillas.
Ia juga menyinggung kondisi Madrid yang saat ini kesulitan meraih trofi setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Bayern Munchen, serta ancaman Barcelona yang bisa mengunci gelar juara liga di laga El Clasico mendatang.
"Sucede en un momento en el que te da rabia. Todo está en ciclos. Igual que vienen épocas de éxitos, como ha tenido el Madrid en temporadas anteriores, ahora toca vivir una etapa más complicada" jelas Casillas.
Menanggapi potensi Barcelona merayakan gelar di hadapan Madrid, Casillas menegaskan bahwa kebanggaan pemain akan menjadi motivasi utama untuk menunda pesta rival abadi mereka tersebut.
"si formase parte de ese vestuario, intentaría aguar la fiesta y retrasar el alirón como mínimo una semana más" tutur Casillas.
Terkait keputusan klub di masa lalu, Casillas mengajak semua pihak untuk melakukan analisis mendalam sebelum melakukan pergantian pelatih, termasuk saat pemecatan Rafa Benitez.
"Cuando se toman decisiones, no salen bien las cosas. Hay que analizar también, por ejemplo, cuándo se tomó la decisión de destituir a Rafa Benítez, y luego cómo salió todo. Es el resultado del día a día lo que marca un poco el fútbol" papar Casillas.
Saat ditanya mengenai rumor kembalinya Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu, pria yang pernah bersitegang dengan pelatih asal Portugal itu memilih untuk bersikap acuh tak acuh.
"Que me preguntéis por Mourinho me da igual" tegas Casillas.
Ia mengakui pernah melewati masa-masa sulit saat bekerja sama dengan Mourinho, namun ia menganggap hal tersebut sudah menjadi bagian dari masa lalu.
"Me preguntáis por él y me da igual… Tuve una etapa difícil con él, pero ya está" pungkas Casillas.
Mantan kapten Barcelona, Carles Puyol, yang hadir dalam acara yang sama, turut memberikan perspektif mengenai konflik internal tim yang sedang menimpa Real Madrid berdasarkan pengalamannya.
"Puede decir que he tenido grandes broncas, incluso con muy buenos amigos. En un vestuario pasa de todo y, por supuesto, en el Barça también las viví" ungkap Puyol.
Puyol mengingatkan para pemain agar tidak kehilangan fokus akibat berita-berita miring di luar lapangan menjelang pertandingan krusial penentu gelar juara.
"Lo que tienen que hacer los jugadores del Barça es no perder foco y que todas estas noticias no te descentren. Y pensar en ganar para celebrar la Liga" pesan Puyol.
Legenda Barcelona itu pun mengakui adanya rasa rindu untuk kembali merumput dan merayakan kemenangan secara langsung di tengah lapangan hijau bersama rekan-rekannya.
"Siento envidia sana. Pero es que no me da. Ojalá pudiera estar ahí y tener la oportunidad de celebrarlo sobre el césped. Me tocará animar de otra manera" kata Puyol menutup pembicaraan.
Casillas menutup diskusinya dengan optimisme bahwa Real Madrid sebagai klub terbaik versi FIFA akan mampu bangkit dari keterpurukan karena segala permasalahan internal pasti memiliki jalan keluar.
"Todo es cíclico. Ahora las cosas no nos acompañan pero todos somos futbolistas, queremos ganar y, en ocasiones, llegan estos momentos difíciles. Diré una cosa. A veces también es bueno pasar por este tipo de situaciones para luego valorar más cuando están bien las cosas. Pero el Madrid es el mejor club de la historia, lo dice la FIFA, y eso supone estar siempre en el foco. El Madrid se repondrá. Todo tiene solución" ujar Casillas sebagaimana dilansir dari media AS.
Puyol menambahkan bahwa setelah meraih kesuksesan besar seperti Liga Champions 2006, mengelola ego dalam ruang ganti menjadi tantangan terberat bagi sebuah klub besar agar tetap harmonis.
"Ganar después de ganar siempre es complicado. Los egos se pueden imponer y en un vestuario todos deben entender que el equipo está por delante di atas lo individual. Si no lo gestionas, aparecen los problemas…" terang Puyol.
Pertandingan El Clasico yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini akan disiarkan oleh Movistar Plus+ dengan dukungan teknologi 35 kamera untuk menangkap setiap detail di lapangan.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·