Iklan Media Sosial Diprediksi Dominasi Pasar Global pada 2030

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Lembaga riset Omdia memproyeksikan pendapatan iklan online global akan melonjak hingga mencapai hampir 1,5 triliun dollar AS pada tahun 2030 mendatang. Pertumbuhan masif ini didorong oleh dominasi platform media sosial yang mulai menggeser peran saluran periklanan tradisional di pasar dunia.

Total pendapatan iklan secara keseluruhan diramalkan menembus 1,6 triliun dollar AS dalam periode tersebut, dengan catatan eskalasi konflik di Iran tidak mengguncang stabilitas pasar. Sebagaimana dilansir dari Tekno, angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dari posisi 935 miliar dollar AS yang tercatat pada tahun 2025.

Head of Media & Entertainment Omdia, Maria Rua Aguete, dalam presentasi di ajang StreamTV Europe pekan ini, menyoroti ketimpangan laju pertumbuhan antara sektor digital dan konvensional. Pada tahun 2026, iklan online diprediksi tumbuh 13 persen, sementara iklan tradisional hanya mampu tumbuh sebesar 2 persen.

"Media sosial melampaui indeks rata-rata dalam hal pengeluaran iklan per jam," ujar Maria, Head of Media & Entertainment Omdia.

Pernyataan tersebut merujuk pada arus modal yang sebagian besar mengalir ke segelintir perusahaan teknologi raksasa. Maria menambahkan bahwa belanja iklan ini terkonsentrasi pada platform besar seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.

"Dan sebagian besar pengeluaran ini mengalir ke segelintir pemain kecil (raksasa teknologi)," ujar Maria, Head of Media & Entertainment Omdia.

Analisis data menunjukkan Meta memegang kendali utama dengan menguasai 70 persen pangsa iklan media sosial melalui Facebook dan Instagram. Secara kolektif, empat platform utama mengontrol lebih dari 90 persen pendapatan iklan sosial, meninggalkan porsi kecil bagi LinkedIn, Pinterest, hingga X.

Pergeseran ini juga berdampak besar pada sektor televisi, di mana iklan video media sosial diperkirakan menyumbang 40 persen dari total pendapatan TV dan video global pada 2030. Maria memprediksi iklan pada televisi yang terhubung internet (CTV) akan melampaui pendapatan televisi linear dalam satu dekade ke depan.

"Dinamika kompetisi periklanan TV telah berubah total," ujar Maria, Head of Media & Entertainment Omdia.

Dominasi pasar CTV kini mulai beralih dari perusahaan penyiaran ke tangan raksasa teknologi seperti Amazon, Netflix, dan Google yang diperkirakan menguasai 40 persen pendapatan pada 2030. Sebaliknya, porsi bagi pemancar tradisional diprediksi terus menyusut hingga hanya tersisa 25 persen pada tahun yang sama.