Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta pemerintah daerah (Pemda) di seluruh Indonesia untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi daycare di wilayah masing-masing.
"Jadi, kami juga meminta kepada Pemda-Pemda yang lain untuk melakukan pengecekan, melakukan pengecekan tentang kondisi daycare yang ada di daerah-daerah masing-masing," ujar Pratikno dalam konferensi pers di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (30/4).
Ia menegaskan, Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang digelar tidak hanya bertujuan merespons kasus yang terjadi, tetapi juga memperbaiki tata kelola layanan daycare secara menyeluruh.
"RTM (Rapat Tingkat Menteri) ini bukan hanya merespons kasus itu, tetapi yang lebih penting juga adalah perbaikan tata kelola penjaminan mutu layanan ke depan," katanya.
Pratikno menjelaskan, pemerintah telah mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu dibenahi, mulai dari regulasi hingga pengawasan di lapangan.
"Tadi kami sudah membahas, mengeksplorasi banyak sekali hal-hal yang harus kita perbaiki ke depan. Mulai dari standardisasi, perizinan, integrasi program, sistem informasi terpadu, dan lain-lain termasuk pengawasan di lapangan, insentif, dan disinsentif. Jadi banyak hal yang sudah kita elaborasi, kita perlu segera untuk menindaklanjuti," pungkasnya.
Kasus dugaan penganiayaan di tempat penitipan anak terjadi di Daycare Little Aresha. Polisi telah menetapkan 13 tersangka mulai dari pimpinan lembaga hingga staf lapangan.
Dari laporan sementara, sebanyak 53 anak diduga mengalami kekerasan dari total 103 anak yang terdaftar.
Korban mengalami perlakuan seperti diikat tangan dan kaki, tidak diberi makan-minum secara layak, hingga dibiarkan tidur tanpa alas dan hanya mengenakan popok.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·