Los Angeles (ANTARA) - Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) menghabiskan 5,06 miliar dolar AS untuk bahan bakar jet pada bulan Maret di tengah gejolak di Timur Tengah yang masih memanas, atau meningkat 56,4 persen dari bulan Februari dan 30,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Menurut Departemen Perhubungan AS pada Rabu, maskapai AS mengonsumsi 1,615 miliar galon bahan bakar, yang mencerminkan peningkatan 19,5 persen dari Februari dan kenaikan 0,4 persen dari Maret 2025.
Biaya rata-rata bahan bakar pada Maret tercatat 3,13 dolar AS per galon, naik 74 sen (30,9 persen) dari Februari dan 72 sen (29,9 persen) lebih tinggi dari setahun sebelumnya.
Lonjakan harga bahan bakar yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah telah memberikan tekanan signifikan terhadap operasional maskapai.
Spirit Airlines, maskapai AS bertarif sangat rendah yang berkantor pusat di Florida, pada Sabtu (2/5) mengumumkan bahwa mereka resmi berhenti beroperasi setelah lonjakan biaya bahan bakar menghambat kemampuannya untuk keluar dari kebangkrutan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·