Palopo (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palopo, Sulawesi Selatan menerapkan layanan berbasis digital guna memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keimigrasian serta ramah terhadap lansia.
Kepala Imigrasi Palopo Yogie Kashogi mengatakan layanan di kantor Imigrasi Palopo sudah 90 persen digital, sehingga tidak ada lagi praktek percaloan, masyarakat bisa mengurus secara mandiri untuk permohonan paspor.
"Imigrasi Palopo sudah 90 persen layanan berbasis digital. Masyarakatnya sudah melek digital, sehingga layanan kami dapat diakses dengan mudah," kata Yogie di Palopo saat mendamping Media Tour Ditjen Imigrasi, Jumat.
Dia menjelaskan, digitalisasi layanan Kantor Imigrasi Palopo mulai dari pendaftaran permohonan yang dilakukan secara daring melalui aplikasi M-Paspor. Tapi, permohonan juga bisa dilakukan secara manual dengan datang langsung ke kantor khususnya kelompok lansia, atau masyarakat yang belum mengetahui informasi daring.
Digitalisasi layanan juga meliputi sistem pembayaran dilakukan non tunai, antrian digital loket untuk pengaduan, cek status permohonan paspor melalui WhatsApp dan costumer service (CS) dan media sosial.
"Di kantor kami juga tersedia papan informasi digital yang memberikan informasi tentang layanan setiap saat," ujarnya.
Untuk masyarakat yang belum bisa mengakses secara daring dapat langsung ke Kantor Imigrasi Palopo dan akan dipandu oleh CS Imigrasi.
"Kami ada petugas CS yang membantu masyarakat yang datang ke kantor. Masyarakat di arahkan untuk mendaftar melalui aplikasi M-Paspor tersebut," ujarnya.
Imigrasi Palopo juga menghadirkan Duta Layanan yang berada di pintu masuk yang siap mendampingi dan mengarahkan masyarakat yang membutuhkan layanan keimigrasian.
Digitalisasi layanan keimigrasian ini juga efektif mengingat Imigrasi Palopo memiliki lima wilayah kerja meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Toraja Utara.
Jarak setiap daerah ini berjauhan, ada yang sejauh 200 kilometer (Km) ditempuh dengan waktu lima jam jalur darat.
Kantor Imigrasi Palopo juga menghadirkan layanan ramah lansia, di mana disediakan ruang tunggu yang juga bisa diakses oleh ibu hamil, dan anak-anak.
"Kami ada ruangan ramah lansia, ibu hamil, dan menyusui, serta juga dan ruang bermain untuk anak," kata Yogie.
Kenyamanan juga diberikan dengan tersedianya cemilan dan minuman gratis untuk masyarakat yang datang ke Kantor Imigrasi Palopo, seperti membuat kopi dan teh, serta air mineral.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·