Turnamen golf amatir putri paling prestisius di Asia-Pasifik, The 46th Queen Sirikit Cup, resmi dibuka pada Senin, 11 Mei 2026, di Sentul Highlands Golf Club, Bogor. Perhelatan ini menandai kembalinya Indonesia sebagai tuan rumah setelah absen selama 17 tahun sejak terakhir kali menyelenggarakannya pada 2009.
Sebanyak 13 negara, termasuk Australia, Selandia Baru, hingga Jepang, mengirimkan atlet terbaik mereka untuk bersaing dalam format stroke play beregu. Sebagaimana dilansir dari Medcom, kompetisi edisi ke-46 ini mengusung misi khusus sebagai ajang penghormatan bagi mendiang Queen Sirikit yang wafat tahun lalu.
Duta Besar Thailand untuk Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat, memberikan penekanan mengenai makna emosional dalam penyelenggaraan tahun ini. Beliau menyebut visi mendiang Ratu Thailand dalam mempersatukan bangsa melalui olahraga akan terus terjaga.
"Turnamen tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam. Kita semua berkumpul tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk mengenang sosok H.M. Queen Sirikit yang baru saja meninggalkan kita. Visi beliau dalam mempererat persahabatan antarnegara melalui golf akan terus hidup di lapangan ini," ujar H.E. Mr. Prapan Disyatat.
Sekretaris Jenderal PBPGI, Suharsono, menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia. Pihaknya berkomitmen menyajikan standar penyelenggaraan tinggi dalam momentum bersejarah ini.
"Ini adalah momen yang sangat kami tunggu. Setelah 17 tahun, Queen Sirikit Cup kembali ke rumah kita. Kehormatan ini bertepatan dengan penghormatan bagi mendiang Ratu Thailand, yang menjadikan setiap pukulan di lapangan ini memiliki makna lebih dari sekadar skor," ungkap Suharsono.
Suharsono menambahkan bahwa ajang ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi tim nasional putri Indonesia untuk meraih prestasi maksimal. Atmosfer kompetisi di rumah sendiri diyakini mampu memotivasi para atlet lokal bersaing dengan pemain peringkat dunia lainnya.
Sentul Highlands Golf Club telah memastikan kesiapan teknis lapangan agar berada dalam kondisi prima untuk para peserta. Laurie Kumala selaku President Director menekankan pentingnya kualitas fasilitas dalam ajang internasional ini.
"Sentul Highlands bukan sekadar lapangan golf. Ini adalah perpaduan keindahan alam pegunungan Bogor dengan standar fasilitas kelas dunia. Kami berkomitmen menjadikan Sentul Highlands sebagai venue yang diakui di tingkat internasional. Kepercayaan APGC dan The R&A untuk menyelenggarakan Queen Sirikit Cup ke-46 di sini adalah pengakuan nyata atas kualitas venue kami," jelas Laurie Kumala.
Ketua Panitia Pelaksana, Netty Hariadi, memastikan kenyamanan 13 negara peserta menjadi prioritas utama. Fokus panitia tertuju pada integritas teknis pertandingan dan nilai sejarah turnamen.
"Kami menyambut kehadiran para atlet terbaik Asia-Pasifik dengan rasa hormat yang tinggi. Kami ingin memastikan edisi ke-46 ini menjadi yang paling berkesan, baik dari segi teknis pertandingan maupun sebagai bentuk penghormatan bagi sejarah panjang turnamen ini," jelas Netty Hariadi.
Netty juga mengapresiasi sinergi antara PGI dan pemerintah dalam mendukung kembalinya turnamen ini ke tanah air. Kompetisi akan berlangsung ketat selama empat hari ke depan untuk menentukan juara baru di kancah amatir putri Asia-Pasifik.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·