Indonesia Punya Senjata Geopolitik Baru

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai rapat tersebut menunjukkan negara mulai memandang pengelolaan mineral strategis sebagai bagian dari pertahanan nasional dan perebutan pengaruh geopolitik global.

Menurut Amir, keterlibatan Menhan, BIN, dan Panglima TNI dalam pembahasan pengembangan logam tanah jarang atau rare earth element (REE) di Mamuju, Sulawesi Barat, merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah memahami posisi strategis Indonesia di tengah kompetisi global sektor mineral kritis.

“Rare earth hari ini bukan hanya urusan tambang, tetapi menyangkut perang teknologi, industri pertahanan, kendaraan listrik, semikonduktor, sampai perebutan pengaruh antarnegara besar,” kata Amir, dikutip Sabtu 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan, negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China saat ini sedang berlomba menguasai rantai pasok mineral strategis dunia. Dalam situasi itu, Indonesia dinilai memiliki posisi yang semakin penting karena menyimpan cadangan mineral yang dibutuhkan industri masa depan.

Menurut Amir, langkah pemerintah menempatkan sektor pertahanan dan intelijen dalam pengamanan kawasan tambang strategis menunjukkan adanya perubahan paradigma negara.

“Sekarang pertahanan juga menyangkut energi, pangan, data digital, dan mineral strategis. Negara yang menguasai mineral masa depan akan memiliki daya tawar geopolitik sangat besar,” kata Amir.

Ia menilai Mamuju berpotensi menjadi kawasan yang akan mendapat perhatian internasional apabila pengembangan rare earth berjalan besar-besaran. 

Karena itu, pengamanan kawasan strategis menjadi penting untuk mencegah konflik kepentingan, penyelundupan sumber daya, hingga infiltrasi ekonomi asing.

Amir juga menyoroti pentingnya tata kelola nasional yang kuat agar kekayaan mineral Indonesia tidak hanya menjadi objek eksploitasi global.

“Indonesia jangan hanya menjadi pemasok bahan mentah. Negara harus memastikan hilirisasi berjalan dan teknologi pengolahan dikuasai secara bertahap," pungkas Amir. rmol news logo article