Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyambut positif tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran demi mendorong stabilitas di kawasan Timur Tengah. Pernyataan resmi ini disampaikan setelah kedua negara sepakat mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.
Sikap resmi Pemerintah Indonesia tersebut dirilis melalui media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap penurunan intensitas konflik global, seperti dilansir dari Detikcom pada Senin (15/6/2026). Selain mengapresiasi para mediator, Indonesia juga mendesak komitmen berkelanjutan dari semua pihak yang terlibat.
"Indonesia menyambut baik laporan tentang kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sebagai perkembangan positif menuju penyelesaian damai konflik dan memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan," tulis Kemlu RI dalam akun X-nya, Senin (15/6/2026).
Apresiasi besar juga diberikan kepada seluruh pihak serta mediator internasional yang telah bekerja keras memfasilitasi dialog. Kemlu RI berharap momentum deeskalasi ini dapat terus dijaga oleh kedua belah pihak melalui sikap saling menahan diri.
"Kami memuji upaya semua pihak dan mediator yang telah berkontribusi secara konstruktif dalam memfasilitasi dialog dan mendorong penyelesaian damai atas perbedaan," ujarnya.
Pemerintah Indonesia mendorong agar implementasi kesepakatan berjalan secara konsisten di lapangan. Keterlibatan konstruktif dalam dialog lanjutan dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga perdamaian yang baru saja tercapai.
"Indonesia mendesak semua pihak untuk terus menahan diri, menjunjung komitmen mereka, dan terlibat secara konstruktif dalam dialog guna mempertahankan momentum menuju de-eskalasi," sambungnya.
Lebih lanjut, Indonesia menegaskan kesiapan penuh untuk terus mengawal dan mendukung segala bentuk upaya perdamaian di kawasan. Komitmen tersebut dipastikan akan selalu selaras dengan ketentuan hukum internasional yang berlaku.
"Indonesia menantikan pelaksanaan kesepakatan ini dan menegaskan kembali kesiapannya untuk mendukung upaya-upaya yang bertujuan mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan, sesuai dengan hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam PBB," imbuhnya.
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran ini sebelumnya sempat melumpuhkan jalur perdagangan penting dunia. Melalui kesepakatan baru ini, Selat Hormuz yang sempat ditutup kini resmi dibuka kembali untuk memulihkan perekonomian global.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, selaku mediator utama dalam konflik ini, mengumumkan bahwa negosiasi panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil konkret. Gencatan senjata juga dipastikan berlaku di wilayah-wilayah terdampak lainnya.
"Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," kata Sharif dalam sebuah unggahan di X.
Prosesi formal penyelesaian konflik dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat di Eropa. Penandatanganan dokumen perjanjian tersebut akan dihadiri langsung oleh perwakilan dari kedua negara.
Ia mengatakan upacara penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat, 19 Juni 2026.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengonfirmasi keberhasilan diplomasi ini melalui media sosial pribadinya. Trump menyuarakan optimisme tinggi terhadap pemulihan pasokan energi dunia pascakonflik.
"Selamat kepada semua!" Ia menambahkan, "Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!"
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·