Indonesia saat ini menempati posisi lima besar negara di dunia yang paling banyak menggunakan ChatGPT untuk keperluan pendidikan. Penegasan ini disampaikan oleh Raghav Gupta, selaku Head of Education, Asia Pacific, OpenAI, dalam sebuah pertemuan media di Jakarta pada Rabu (8/4/2026), seperti dilansir dari Tekno.
Gupta menjelaskan bahwa tingkat pemanfaatan ChatGPT untuk aktivitas belajar di tanah air tergolong sangat tinggi, terutama jika dilihat dari volume pesan yang dikirimkan oleh para pengguna.
"Jika melihat kepadatan penggunaan untuk aktivitas pendidikan dan pembelajaran, Indonesia termasuk lima besar negara di dunia dalam penggunaan ChatGPT per kapita, untuk pesan yang berkaitan dengan pendidikan," ungkap Gupta.
Data yang diungkapkan juga menunjukkan bahwa jumlah pesan terkait pembelajaran yang dikirim oleh pengguna di Indonesia mencapai ratusan juta hanya dalam satu bulan. Pada bulan Maret saja, tercatat sekitar 450 juta pesan edukasi telah dikirimkan ke platform ChatGPT.
Mayoritas pengguna ChatGPT di Indonesia didominasi oleh kelompok usia muda. Sekitar 70 persen dari total pengguna berada dalam rentang usia 18 hingga 34 tahun. Kelompok ini mencakup mahasiswa, pelajar tingkat sarjana, pascasarjana, serta profesional muda.
Secara global, popularitas ChatGPT terus meroket sejak peluncuran perdananya pada November 2022. Kini, lebih dari 900 juta orang aktif menggunakan ChatGPT setiap minggunya untuk berbagai keperluan.
Gupta menambahkan, pembelajaran menjadi salah satu fungsi utama ChatGPT di berbagai negara. Dengan basis pengguna yang masif dan dominasi aktivitas belajar, ChatGPT bahkan mulai diakui sebagai salah satu platform pembelajaran terbesar di dunia.
Meskipun demikian, Gupta mengingatkan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan secara bijak dan tepat. Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI yang terarah dapat berkontribusi pada peningkatan hasil belajar siswa.
Namun, jika AI digunakan sebagai cara instan untuk menyelesaikan tugas, hal ini berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kemampuan berpikir kritis dan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, institusi pendidikan didorong untuk mempromosikan penggunaan AI yang bertanggung jawab dan meningkatkan literasi AI di kalangan pelajar serta tenaga pendidik.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·