Penyelenggara ajang balap sepeda ekstrem Indonesian Downhill 2026 resmi mengumumkan kembalinya kompetisi tahun ini dengan format tiga seri yang dimulai pada 22 Mei 2026. Kompetisi ini memperkenalkan rute baru yang dirancang lebih kompetitif dan menantang bagi para atlet nasional.
Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, perubahan signifikan terjadi pada pemilihan lokasi lintasan balap. Dari tiga seri yang direncanakan, hanya Ternadi Bike Park di Kudus, Jawa Tengah, yang dipertahankan dari edisi sebelumnya, sementara dua lokasi lainnya merupakan sirkuit baru.
Panitia memilih Bukit Hijau Bike Park di Bantul, Yogyakarta, sebagai lokasi pembuka dan Arjuno Bike Park di Pasuruan, Jawa Timur, sebagai lokasi penutup. Pemilihan ini didasari pada upaya peningkatan standar kualitas teknis yang fokus sepenuhnya pada nomor downhill.
Event Director Indonesian Downhill, Aditya Nugraha, memaparkan bahwa karakter lintasan pada tahun ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi bagi para peserta.
"Secara teknis, Indonesian Downhill series tahun ini karakter lintasannya makin ekstrem dan makin menantang. Lintasan lebih panjang, minimal 1.600 meter, berbanding tahun lalu yang hanya minimal 1.250 meter. Kecuramannya juga bertambah sehingga lebih high speed dan less pedaling track. Jadi kecepatannya secara average akan lebih tinggi dibanding tahun lalu. Pasti makin seru," ujar Aditya Nugraha, Event Director Indonesian Downhill.
Aditya menambahkan bahwa pemilihan Bukit Hijau Bike Park di Yogyakarta juga didasari oleh lanskap geologis unik yang memberikan tantangan berbeda bagi para pembalap sepeda.
"Bukit Hijau Bike Park sebagai tempat perhelatan seri pertama Indonesian Downhill 2026 di antaranya karena memiliki karakter lintasan lebih curam, obstacle lebih natural, dan tanah kering berkerikil yang licin. Di sini terdapat batuan karang purba yang membentang sepanjang garis pantai selatan Yogyakarta yang menawarkan sensasi balap berbeda. Bukit Hijau memiliki panjang lintasan sekitar 1.650 meter dari start ke finish," jelas Aditya Nugraha, Event Director Indonesian Downhill.
Kejuaraan tahun ini tetap mempertandingkan 10 kategori kelas, termasuk kelas prestasi seperti Men Elite, Women Elite, dan Men Junior. Selain itu, kategori Men Youth dan Women Youth tetap tersedia guna mendukung proses regenerasi atlet nasional.
Inovasi kompetisi ini juga dipicu oleh pencapaian gemilang atlet Indonesia di SEA Games 2025, seperti perolehan medali emas oleh Rendy Varera Sanjaya dan perak oleh Riska Amelia Agustina. Sederet atlet kawakan seperti Pandu Satrio, Khoiful Mukhib, dan Andy Yoga dipastikan akan bersaing dalam ajang yang berakhir di Pasuruan pada 18 Oktober mendatang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·