Infrastruktur digital 93 Sekolah Rakyat ditargetkan siap Juli 2026

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan instalasi infrastruktur pembelajaran digital di 93 titik gedung Sekolah Rakyat permanen dapat beroperasi penuh pada Juli mendatang guna menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui selepas pertemuan terbatas dengan Menteri Pekerjaan Umum di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa penyediaan fasilitas penunjang teknologi ini dikebut secara paralel bersamaan dengan rampungnya pembangunan fisik jilid dua yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Komdigi akan bekerja sama dengan Kementerian PU dan Kementerian Sosial untuk membangun infrastruktur bagi infrastruktur pembelajaran digital. Instalasi sambungan internet maupun hal-hal lain yang terkait dengan pembelajaran digital itu dilakukan percepatan agar bulan Juli bisa dimanfaatkan," kata dia

Saifullah menjelaskan bahwa tenggat waktu penyelesaian pada Juli dinilai sangat krusial agar para siswa dari keluarga dengan tingkat perekonomian terendah Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) itu dapat langsung memanfaatkan ekosistem digital sejak hari pertama masuk sekolah.

Integrasi jaringan internet di tingkat tapak ini diproyeksikan mampu memangkas kesenjangan literasi digital serta memberikan akses materi pengajaran modern yang setara bagi anak-anak rentan di berbagai daerah.

Meski demikian, dia mengakui bahwa adanya tantangan koordinasi dan kondisi geografis yang luar biasa di lapangan dalam menyambungkan jaringan telekomunikasi ke titik-titik lokasi sekolah.

Baca juga: Wali Kota sebut pembangunan Sekolah Rakyat di Medan capai 73 persen

Guna mengurai kendala teknis tersebut, pemerintah akan menguatkan lini komando dan evaluasi lintas sektoral secara terpadu bersama kementerian teknis lainnya dalam waktu dekat.

"Koordinasi akan kita perkuat nanti di minggu depan di Kantor Staf Presiden (KSP), di kantornya Pak Dudung ya. Insyaa Allah minggu depan akan kita lakukan koordinasi lagi," kata dia.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan berbagai layanan unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini telah beroperasi 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan di 38 provinsi sejak Juli 2025. Fasilitas ini menampung 15.900 siswa jenjang SD hingga SMA yang didukung oleh ribuan tenaga pendidik.

Pemerintah juga sedang dalam proses membangun 101 Sekolah Rakyat permanen tahun ini, sebagai bagian dari target besar pembangunan 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kementerian Sosial baru-baru ini mengumumkan ada penambahan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang dikhususkan untuk menampung anak-anak telantar, anak jalanan, serta anak-anak yang berpotensi putus sekolah.

Baca juga: Gus Ipul ajak pengasuh pesantren sukseskan program prioritas Presiden

Baca juga: Gus Ipul tegaskan pengadaan Sekolah Rakyat bebas dari korupsi

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.