Inggris Gagalkan Misi Kapal Selam Rusia Dekati Infrastruktur Bawah Laut

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Angkatan Laut Inggris pada Kamis (9/4/2026) berhasil menggagalkan operasi rahasia tiga kapal selam Rusia di Atlantik Utara, yang diduga menargetkan kabel telekomunikasi dan pipa energi bawah laut yang vital. Operasi militer Inggris ini berlangsung selama lebih dari sebulan.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey menyatakan bahwa Angkatan Laut Inggris bekerja sama dengan sekutunya, termasuk Norwegia, untuk melacak kapal selam Rusia. Hal ini memunculkan kekhawatiran tentang "front bawah tanah" baru dalam persaingan antara NATO dan Moskow.

Menurut Healey, pasukan Inggris mengerahkan fregat, pesawat patroli maritim, dan ratusan personel untuk memantau aktivitas mencurigakan. Ketiga kapal selam tersebut terdiri dari satu kapal selam serang nuklir kelas Akula dan dua kapal selam khusus milik Direktorat Utama Penelitian Laut Dalam Rusia (GUGI).

Healey menjelaskan bahwa kapal-kapal Rusia tersebut mundur setelah misi mereka terbongkar. Meskipun belum ada kerusakan yang dilaporkan pada sistem kabel dan pipa, para pejabat Barat semakin khawatir tentang risiko sabotase terhadap infrastruktur bawah laut yang menopang lebih dari 95% lalu lintas data internet global.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengeluarkan peringatan langsung kepada Moskow. “Kami melihat aktivitas Anda di atas kabel dan jalur pipa kami dan Anda harus tahu bahwa setiap upaya untuk merusaknya tidak akan ditoleransi dan akan memiliki konsekuensi serius,” kata Healey.

Healey juga menyoroti bahwa Rusia berupaya memanfaatkan perhatian dunia yang terfokus pada konflik di Timur Tengah. Presiden Rusia Vladimir Putin, menurut Healey, ingin negara-negara Barat teralihkan perhatiannya oleh perang Iran-Amerika Serikat-Israel.

Sebelumnya, NATO telah berulang kali memperingatkan tentang peningkatan kemampuan Rusia dalam melakukan peperangan bawah laut, termasuk kegiatan pengintaian dan sabotase jika terjadi konflik. Moskow menolak tuduhan tersebut, menyebut klaim dari Barat "tidak berdasar" dan spekulatif.

Pengumuman publik Inggris mengenai operasi ini dinilai sebagai tindakan pencegahan, yang mengirimkan pesan langsung ke Moskow bahwa semua aktivitas bawah laut sedang dipantau secara ketat. Hal ini juga menunjukkan pergeseran fokus peperangan modern yang tidak hanya terjadi di udara atau di darat, tetapi juga meluas ke dasar laut.

Di tengah situasi global yang semakin memanas, ketegangan antara Rusia dan Inggris juga meningkat terkait laporan kapal perang Rusia yang mengawal tanker minyak yang dikenai sanksi saat melintasi Selat Inggris. Kremlin menegaskan haknya untuk melindungi kepentingannya dari apa yang disebutnya "perompakan" di perairan internasional.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah memberi wewenang kepada militer untuk menahan kapal Rusia di perairan Inggris guna mengganggu jaringan armada bayangan yang diduga digunakan Moskow. Namun, hingga kini belum ada tindakan penahanan yang dilakukan.