Tim nasional Inggris dijadwalkan menantang Kroasia pada pertandingan pembuka babak penyisihan Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Kamis, 18 Juni 2026. Pertandingan perdana ini menjadi ujian berat sekaligus pembuktian awal bagi kedua kekuatan besar Eropa demi mengamankan poin krusial di panggung dunia.
Manajer Inggris, Thomas Tuchel, menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan Harry Kane sebagai kapten sekaligus ujung tombak utama. Lini serang The Three Lions juga diperkuat oleh pergerakan Jude Bellingham di posisi nomor 10, didampingi oleh Noni Madueke dan Anthony Gordon di sektor sayap.
Untuk menjaga keseimbangan tim, Declan Rice berduet dengan Elliot Anderson di lini tengah, sementara Jordan Pickford mengawal gawang Inggris dengan perlindungan kuartet bek Ezri Konsa, Nico O'Reilly, John Stones, dan Reece James. David James menilai konsistensi Pickford selama bertahun-tahun membuatnya sangat layak berada di jajaran lima besar penjaga gawang terbaik Liga Inggris.
“Menurut saya, dalam hal konsistensi, ya. Sebenarnya lucu juga ketika Anda bertanya tentang lima besar, maksud saya, dia pasti termasuk di sana.” kata David James, Mantan Kiper Timnas Inggris.
James menambahkan bahwa Pickford memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik pada lingkungan permainan yang berbeda, termasuk saat membela tim nasional. Di sisi lain, mantan pelatih tim nasional Kroasia, Igor Stimac, menyoroti tantangan besar barisan pertahanan negaranya untuk meredam ketajaman Harry Kane dalam laga pembuka ini.
“The defensive midfielders must protect space in front of Kane and as a central defender, you must make sure he doesn’t get behind you. You will also need to read the moves from the player who is on the ball and trying to serve Kane.” jelas Igor Stimac, Mantan Pelatih Timnas Kroasia.
Menurut Stimac, kapten Inggris tersebut sangat berbahaya karena memiliki kemampuan mencetak gol yang merata dari segala situasi serta mampu membuka ruang bagi rekan setimnya.
“He can hurt you from any position or in any situation. He can drop off and draw others into the game, he has a good header and is good with both feet. There are not many of his quality in the world. We need to do it as a unit, as a team.” tambah Igor Stimac, Mantan Pelatih Timnas Kroasia.
Kroasia sendiri menerapkan formasi 3-4-3 dengan tetap mengandalkan gelandang veteran Luka Modric sebagai kapten di lapangan tengah. Stimac meyakini regenerasi lini tengah Kroasia kini bertumpu pada talenta muda seperti Martin Baturina dan Petar Sucic yang siap meringankan beban Modric.
“They have brought strength and ability to the team. Baturina comes off a good second half of the season with Como. We are convinced that once Luka is done, Baturina will be the one to put his feet into Luka’s big boots,” ujar Igor Stimac, Mantan Pelatih Timnas Kroasia.
Kehadiran para pemain muda berbakat ini dinilai memberikan energi baru sekaligus menjaga kedalaman skuad Vatreni menjelang turnamen besar.
“He is similar to Brozovic, maybe even higher quality and this is saying a lot. He’s very creative and dangerous coming into the box. He can cover the pitch in the same way Brozovic did, running 16-17km per game.” kata Igor Stimac, Mantan Pelatih Timnas Kroasia.
Meskipun kondisi fisik beberapa pemain senior Kroasia baru pulih dari cedera panjang, mentalitas juara dan pengalaman memenangi medali pada edisi sebelumnya tetap menjadi modal utama.
“But I am not there talking to him to see how he feels and whether it is personally better for him to play the last 30 minutes. Luka is very reasonable. He will start on the bench for the sake of the team.” tutur Igor Stimac, Mantan Pelatih Timnas Kroasia.
Ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan babak gugur membuat Kroasia menjadi tim yang dihindari oleh lawan-lawannya.
“(But) We have senior players who know how to win medals in the World Cup. And I can tell you no team would want to face us in the knockout rounds.” cetus Igor Stimac, Mantan Pelatih Timnas Kroasia.
Kekalahan pada pertandingan pertama dipastikan akan memberikan tekanan besar mengingat persaingan ketat di fase grup.
“A loss can put you under pressure because we have a very difficult opponent in Ghana. Panama should be okay if we are at our best.” ucap Igor Stimac, Mantan Pelatih Timnas Kroasia.
Stimac juga mengenang bagaimana konsentrasi penuh dari gangguan luar menjadi kunci utama kesuksesan generasinya saat melakukan debut di Piala Dunia masa lalu.
“By shutting out all kinds of distractions.” ungkap Igor Stimac, Mantan Pelatih Timnas Kroasia.
Rasa percaya diri dan ketenangan mental disebutnya sebagai faktor krusial bagi para pemain untuk membuktikan kualitas mereka di level internasional.
“Excitement was high. But we were relaxed and confident. Our generation had waited many years to be recognised. It was the first and last opportunity to prove our value.” pungkas Igor Stimac, Mantan Pelatih Timnas Kroasia.
Sementara itu, suasana di kubu Inggris dipenuhi kepercayaan diri tinggi setelah menyelesaikan laga uji coba terakhir dengan kemenangan telak. Thomas Tuchel menegaskan pentingnya miskomunikasi yang sempat terjadi dalam pembagian eksekutor penalti saat melawan Kosta Rika agar tidak terulang kembali.
“Ada banyak pergantian pemain dan then urutan penendang tidak jelas lagi,” jelas Thomas Tuchel, Manajer Inggris.
Tuchel mengambil tanggung jawab penuh atas kesalahpahaman tersebut dan meminta para pemainnya untuk mempertahankan intensitas serta kerja sama tim yang solid.
“Anthony adalah penendang kedua. Itu tidak tertera di papan, biasanya tertera di papan karena kami tahu kami hanya memiliki lima pemain pengganti, sudah banyak pergantian, jadi terjadi sedikit miskomunikasi. Itu tanggung jawab kami dan kami harus mengomunikasikannya secara lisan.” urai Thomas Tuchel, Manajer Inggris.
Meskipun performa penyelesaian akhir sempat disorot oleh tim pelatih, para pemain sayap Inggris menilai kegagalan memanfaatkan peluang dalam laga uji coba menjadi pelajaran berharga sebelum turnamen resmi dimulai.
“Ya, tentu. Saya seharusnya mencetak satu gol. Kami punya beberapa kesempatan.
Tapi ya, itu akan datang (gol). Lebih baik gagal sekarang daripada saat turnamen sudah berlangsung,” kata Noni Madueke, Winger Inggris.
Tuchel lebih memilih berfokus pada kekompakan jangka panjang seluruh anggota skuad daripada menilai performa individu pemain secara terpisah.
“I tidak ingin membicarakan kedua penampilan tersebut karena bagi saya, ini terlalu singkat untuk fokus pada kedua pemain ini,” puji Thomas Tuchel, Manajer Inggris.
Manajer asal Jerman tersebut mengapresiasi kontribusi luar biasa yang ditunjukkan oleh para pemain utama maupun pemain dari bangku cadangan.
“We memiliki tim yang sangat kuat sejak awal, kami tahu itu, dan kami memiliki pemain cadangan yang kuat karena itulah sifat tim ini dan sikap dari bangku cadangan sangatlah luar biasa. Saya hanya menyukai penampilan selama 90 menit, kedua pemain, Jude dan Anthony, adalah bagian darinya.” tambah Thomas Tuchel, Manajer Inggris.
Ikatan kebersamaan serta semangat juang yang tinggi diharapkan mampu membawa Inggris melangkah jauh dalam turnamen kali ini.
“If kami benar-benar bisa bermain seperti ini dan berkembang seiring berjalannya turnamen serta memiliki kekompakan, persaudaraan, dan semangat tim seperti yang kami tunjukkan hari ini, maka kami akan memiliki hubungan yang luar biasa dengan para penggemar dan semoga ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa,” harap Thomas Tuchel, Manajer Inggris.
Pertandingan pembuka Grup L ini diprediksi berjalan ketat sejak menit pertama karena kedua tim sama-sama menurunkan komposisi pemain terbaiknya di setiap lini.
| Jordan Pickford | Everton | Inggris |
| Dean Henderson | Crystal Palace | Inggris |
| James Trafford | Manchester City | Inggris |
| Alisson Becker | Liverpool | Brasil |
| Emiliano Martínez | Aston Villa | Argentina |
| Bart Verbruggen | Brighton & Hove Albion | Belanda |
| Robin Roefs | Sunderland | Belanda |
| Senne Lammens | Manchester United | Belgia |
| David Raya | Arsenal | Spanyol |
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·