Ini Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Soal sertifikat mualaf Richard Lee dicabut, Hanny Kristianto kembali memberikan penegasan. Hanny menegaskan sertifikat dikeluarkan oleh Mualaf Center Ikhlas Indonesia (MCII).

"Betul (Mualaf Center Ikhlas Indonesia) pakai Ikhlasnya ya, jangan gak pakai ikhlas. Dulu saya memang di sana (Mualaf Center Indonesia)," tegas Hanny Kristianto kepada detikcom, Rabu (6/5/2026).

Surat tersebut dikeluarkan pada 5 Maret 2025 atau 5 Ramadhan 1446H. Surat pernyataan memeluk agama Islam itu dikeluarkan oleh MCII dengan nomor QS.38/III/IKHLAAS/INDONESIA/2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tertulis dalam sertifikat itu tercantum nama dr. Richard Lee, MARS, AAAM dan pekerjaan sebagai dokter.

Saat Ricahard Lee mengucap dua kalimat syahadat, ada Ustaz Derry Sulaiman sebagai pembimbing syahadat. Sebagai saksi pertama ada Ustaz Felix Siauw dan saksi kedua Ustaz Dennis Lim.

Sertifikat Mualaf Richard LeeSertifikat Mualaf Richard Lee yang dicabut. Foto: dok. Istimewa

Hanny Kristianto menjelaskan tentang alasan sertifikat mualaf Richard Lee dicabut. Salah satunya, sertifikat tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya, yakni mengurus administrasi seperti mengubah kolom agama di KTP.

"Nah, berarti itu kan sertifikat yang akan digunakan. Sementara saya tahu, sertifikat itu kan gak dipakai. Berarti kan satu, sertifikatnya tidak digunakan. Sertifikat itu adalah bukti administrasi yang digunakan wajib dan disegerakan mengubah kolom agama di KTP," kata Hanny Kristianto dalam wawancara daring Selasa (5/5/2026).

Hanny menilai Richard Lee tidak menggunakan sertifikat mualaf itu untuk syarat administrasi, tapi akan digunakan sebagai bukti konstruksi hukum di pengadilan. Ditambah ini berpotensi menjadi bahan untuk berantem menghadapi masalah hukum Richard Lee.

"Jadi ya harusnya kan secara hukum sih udah begitu lama, kok KTP-nya masih Katolik."

Hanny Kristianto juga menegaskan yang dicabut dari Richard Lee adalah sertifikat mualaf, bukan keislamannya.

"Kalau yang pasti saya cabut itu bukan untuk membatalkan keislamannya. Siapapun manusia selama masih hidup kita dapat kita harapkan, kita doakan dapat hidayah. Manusia pasti bisa bikin salah, termasuk saya," tegas Hanny Kristianto.


(pus/wes)