Jakarta (ANTARA) - Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) menyiapkan pesantren untuk menguatkan rantai pasok bagi Program Koperasi Desa (Kopdes) hingga dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua Inkopontren KH Suharisto menyatakan, pesantren akan disinergikan dengan Koperasi Desa Merah Putih melalui penguatan rantai pasok untuk mendukung program pemerintah, termasuk penyediaan bahan baku bagi dapur MBG.
"Konsolidasi telah dilakukan sejak awal pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Dalam skema tersebut, dapur MBG yang berada di bawah koordinasi Inkopontren akan menyerap bahan baku dari pelaku usaha yang tergabung dalam koperasi desa maupun lingkungan pesantren," katanya ditemui usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Inkopontren 2026 di Jakarta, Rabu.
Selain memasok bahan pangan, koperasi pesantren (kopontren) juga diproyeksikan menjadi pemasok kebutuhan harian pesantren melalui skema consumer goods. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem usaha yang saling terhubung dengan koperasi desa.
Baca juga: BGN puji higienitas dapur pesantren di Lombok Barat
"Pemberdayaan pesantren dilakukan melalui program Indonesia’s Entrepreneur Care (ISC), yang mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, inkubasi bisnis bersama Kementerian Koperasi, serta dukungan akselerasi pemasaran bagi pelaku usaha pesantren dan UMKM," paparnya.
Saat ini, lanjut dia, sudah ada 20 inkopontren yang berdiri di seluruh Indonesia yang sudah melayani kopontren-kopontren di wilayah masing-masing dengan menghubungkan berbagai pelaku usaha.
"Jadi yang sudah beroperasi itu sekarang 20 inkopontren yang ada di pusat. Dia sudah mempunyai di tingkat wilayah, pusat kopontren sebanyak 20 di zona provinsi, itu kemudian langsung (melayani) ke pondok-pondok pesantren, kopontren namanya, langsung kepada destinasi pelaku usaha," tuturnya.
Saat ini, sudah ada 5.000 pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah santri yang mencapai puluhan juta.
"Kalau punya inkopontren, betapa dahsyatnya kopontren di Indonesia, kita akan mandiri ekonomi dan menyejahterakan Muslimin sebagaimana perintah Nabi Muhammad SAW," ucap Suharisto.
Baca juga: Dapur SPPG di Pesantren perkuat ekonomi mandiri lewat usaha produktif
Baca juga: Kemenag tegaskan pentingnya sinkronisasi data dengan BGN soal MBG
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·