Inter Milan gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang tuan rumah Torino pada laga pekan ke-34 Liga Italia Serie A, Senin (27/4/2026). Hasil imbang ini membuat kepastian Nerazzurri dalam menyegel gelar scudetto musim ini menjadi terhambat.
Dilansir dari Medcom, Inter Milan sebenarnya sempat memimpin kedudukan terlebih dahulu dalam pertandingan tersebut. Namun, Torino berhasil menyamakan kedudukan melalui sumbangan gol dari Giovanni Simeone dan Nikola Vlasic untuk memaksakan hasil imbang bagi sang pemuncak klasemen.
Hingga saat ini, skuat asuhan Cristian Chivu tersebut masih menduduki posisi pertama klasemen sementara dengan keunggulan 10 poin dari Napoli. Dengan sisa empat pertandingan musim ini, Inter Milan tercatat hanya membutuhkan tiga poin tambahan untuk memastikan gelar juara liga.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui adanya penyesalan atas hasil akhir yang didapat timnya di markas Torino. Kendati demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pemainnya yang dinilai sudah berupaya tampil maksimal sepanjang laga.
“Ada sedikit rasa penyesalan, karena kami sebenarnya sudah mengendalikan pertandingan, lalu kehilangan itu setelah tekanan terakhir dari mereka. Gol pertama mereka membuat kami goyah dan gol kedua adalah akibat dari situasi tersebut. Kami mencoba merespons, tetapi pada akhirnya ini adalah jenis pertandingan yang bisa dengan mudah Anda kalah. Kredit untuk Torino, mereka tidak pernah menyerah dan terus percaya hingga akhir pertandingan," ujar Chivu, Pelatih Inter Milan.
Chivu menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga kondisi mental tim agar tetap tenang dalam menghadapi sisa kompetisi. Baginya, satu hasil imbang tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peluang juara klub secara keseluruhan.
"Saya berbicara tentang sepak bola. Saya seorang pelatih dan tugas saya adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin serta membawa ketenangan dan kejelasan. Saya bertanggung jawab atas hasil imbang ini, tetapi pada akhirnya tidak terlalu mengubah banyak hal. Masih ada empat pertandingan tersisa dan kami hanya butuh tiga poin lagi untuk mengunci gelar liga," sambung Chivu, Pelatih Inter Milan.
Terkait komposisi pemain, sang allenatore juga membeberkan tantangan kebugaran yang tengah dihadapi beberapa penggawa intinya. Sejumlah pemain kunci dilaporkan belum mencapai kondisi fisik yang ideal untuk bermain secara penuh.
"Masalah cedera? Çalhanoğlu dan Dumfries belum dalam kondisi terbaik. Untuk Lautaro, perjalanannya untuk kembali masih panjang. Saya hampir memberikan beberapa menit bermain untuk Bastoni di babak kedua, meskipun dia belum sepenuhnya fit. Namun, memang tidak mudah bermain di stadion seperti ini pada fase akhir musim," jelas Chivu, Pelatih Inter Milan.
Chivu juga memberikan analisis taktis mengenai bagaimana tekanan mental bisa berbalik ketika sebuah tim yang sedang unggul mulai kebobolan. Ia mengamati adanya perubahan atmosfer pertandingan yang memicu ketegangan di kubu Inter.
"Ketika Anda unggul 2-0, Anda bisa mulai berpikir pertandingan akan mudah karena belum benar-benar mendapat tekanan. Tapi ketika kebobolan, ketegangan mulai muncul. Jika beberapa momen tidak berpihak, Anda bisa saja kebobolan lebih banyak," tutur Chivu, Pelatih Inter Milan.
Menutup pernyataannya, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan integritas sebagai bagian dari skuat Nerazzurri. Pengalaman pribadinya saat masih menjadi pemain digunakan untuk memotivasi anak asuhnya dalam menghadapi tekanan di sisa musim.
"Saya pernah berada di ruang ganti sebagai pemain, jadi saya paham apa yang dirasakan para pemain dalam situasi seperti ini, dan apa artinya bermain untuk Inter. Anda harus menerima kondisi tersebut, selalu jujur, dan tetap konsisten tanpa meninggalkan prinsip," pungkas Chivu, Pelatih Inter Milan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·